ADVERTISEMENT

Penusukan di Tangerang, 2 Orang Warga Sipil Polisi Juga Terluka

Khairul Ma'arif - detikNews
Jumat, 19 Agu 2022 16:19 WIB
The greatest fear, an intruder in the house.
Ilustrasi penusukan (Foto: iStock)
Tangerang -

Penadah sindikat curanmor bernama Deni Irawan (25) melakukan perlawanan dengan pisau sangkur saat akan ditangkap polisi dari Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dua orang warga sipil yang membantu polisi juga terluka.

"Bukan informan. Masyarakat yang sedang lewat dan bantuin petugas," ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Zain Dwi Nugroho kepada detikcom, Jumat (19/8/2022).

Kanit Reskrim Polsek Jatiuwung AKP Nurjaya mengungkapkan kedua warga sipil tersebut adalah Tata Firmansyah (20) dan Junaedi (29). Kedua korban mengalami luka tusuk dan saat ini dirawat di rumah sakit.

"Korban Tata mengalami tiga luka tusuk di bagian perut dan Jaenudin luka robek di bagian perut," ujar Nurjaya dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (19/8/2022).

2 Polisi Alami Luka Tusuk

Selain itu, dua anggota Polsek Tanah Abang mengalami luka tusuk. Kedua polisi itu ialah Aiptu Bambang Suroso (47) dan Puji Hartono (46).

"Bambang mengalami luka tusuk di bagian pundak kiri dan Puji mengalami luka tusuk di bagian paha kanan," tuturnya.

Kejadian bermula pada Kamis (18/8) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, tiga personel Unit Reskrim Polsek Tanah Abang membawa tersangka kasus curanmor, Mamona Kurniawan (27), untuk pengembangan ke penadah di Jl Aryawangsa Kara, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.

"Kemudian, saat anggota dari Polsek Tanah Abang hendak melakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku penadah bernama Deni Irawan dan Sudirman, namun saat akan ditangkap, seorang pelaku penadah bernama Deni Irawan melakukan perlawanan dan langsung mencabut senjata jenis pisau sangkur," jelasnya.

Tersangka Deni Irawan dan Sudirman saat ini diamankan di Polsek Jatiuwung. Sementara para korban saat ini dirawat di RS Anisa Tangerang.

Redaksi mengubah judul dan sebagian isi berita karena narasumber meralat informasi yang telah disampaikan sebelumnya.

Lihat juga Video: Hakim Larang Pengacara Bicara ke Media Terkait Kasus Salman Rushdie

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT