ADVERTISEMENT

Sorotan NasDem di Sisa Masa Jabatan Anies Tinggal 2 Bulan Lagi

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 19 Agu 2022 07:09 WIB
Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta fraksi NasDem, Nova Harivan Paloh
Sekretaris Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh (Foto: Dok. DPRD DKI)
Jakarta -

Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta memuji kinerja Anies Baswedan yang masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta tinggal tersisa 2 bulan. NasDem menilai secara keseluruhan, program-program Anies selama menjadi gubernur telah tertunaikan.

"Overall sih sudah bagus ya. Kalau saya lihat masalah rusun, memang saya pernah kunjungan di beberapa wilayah Jakarta Timur ada beberapa tower sudah terbangun. Masalah JIS (Jakarta International Stadium) sudah terealisasi juga. Terkait masalah di Thamrin-Sudirman untuk bagaimana mungkin pejalan kaki maupun moda transportasi sekarang istilahnya sudah berhasil juga," kata Sekretaris Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh kepada wartawan, Kamis (18/8/2022).

Nova juga mengapresiasi kebijakan Anies soal larangan penggunaan kanton plastik pada pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat di Jakarta. Tak hanya itu, Nova juga menilai program bank sampah sudah dijalankan hingga di tingkat RW.

"Dengan bank sampah yang beberapa kali saya mengunjungi masyarakat sekarang sudah berdiri bank sampah di tingkat RW," ucapnya.

Meskipun sejumlah program dianggap sudah terealisasi, Nova Paloh tidak tutup mata atas program Anies yang hingga kini dinilai belum mencapai target. DI antaranya penanganan banjir dan Tntermediate Treatment Facility (ITF) atau pengelolaan sampah berbasis teknologi di Sunter, Jakarta Utara.

"Karena saya berada di Komisi D, artinya ada beberapa program yang sampai sekarang terkait penanganan banjir ya untuk proses normalisasi saya kira sih belum mencapai target yang kita inginkan," ucap Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta itu.

"Kedua kalau saya lihat juga terkait dengan pengelolaan sampah yang menggunakan teknologi seperti ITF yang kita tunggu-tunggu, itu sampai saat ini masih belum ada kejelasan juga. Kalau kemarin-kemarin kami juga sudah panggil juga dari pihak terkait, seperti JakPro, yang penanganan untuk ITF ini artinya masih belum mencapai terlaksana, kita belum melihat itu," tambahnya.

Lebih lanjut, Nova Paloh bicara kebijakan soal mengatasi kemacetan Jakarta. Menurutnya, kemacetan Jakarta bukan karena kurang inovatifnya aturan pemerintah, tapi melainkan karena jumlah kendaraan roda 2 dan roda 4 di Jakarta yang terus meningkat sejak 2019.

"Memang (jumlah) roda 2 dan roda 4 naik dari 2019, 2020, 2021. Tapi bagaimana juga arah kebijakan berdasarkan perencanaan dari daerah mungkin menitikberatkan memberi kebijakan untuk bagaimana menambah ruas jalan dalam artinya berbentuk flyover dan lain-lain," ujarnya.

"Ini hanya ada di beberapa wilayah Jakarta saja, seperti di Tapal Kuda (Pasar Minggu). Tapi ada beberapa titik lagi yang bisa membantu kelancaran pengguna jalan. Memang ada penambahan ruas jalan tapi belum terlalu maksimal," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT