ADVERTISEMENT

Surya Darmadi di Antara Kejagung dan KPK

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Agu 2022 21:02 WIB
Surya Darmadi (Wildan Noviansah/detikcom)
Surya Darmadi (Wildan Noviansah/detikcom)
Jakarta -

KPK dan Kejaksaan Agung (Kejagung) bergantian memeriksa Surya Darmadi. Kedua institusi itu bekerja sama demi mengusut dugaan korupsi yang dilakukan Surya Darmadi.

Surya Darmadi adalah tersangka Kejagung dan KPK. Namun KPK lebih dulu menetapkan Surya sebagai tersangka pada 2014, sedangkan Kejagung baru menetapkan Surya Darmadi sekitar awal Agustus lalu.

Kini Surya Darmadi berada di antara KPK dan Kejagung. Dia harus berurusan dengan Kejagung dan KPK karena dia telah menjadi buron sejak 2014.

Hari Ini Surya Diperiksa Kejagung

Untuk diketahui, hari ini Surya Darmadi diperiksa oleh Kejagung sebagai tersangka. Surya Darmadi dicecar 9 pertanyaan oleh penyidik Kejagung.

"Hari ini klien saya baru sampai pemeriksaan, sembilan pertanyaan. Materi tadi masih menyangkut mengenai profil perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh beliau. Kemudian apa aktivitasnya dan lokasinya. Sampai di situ tadi," kata kuasa hukum Surya Darmadi, Juniver Girsang, di Gedung Bundar Kejagung RI, Kamis (18/8/2022).

Juniver juga mengungkapkan respons kliennya yang diduga korupsi Rp 78 triliun. Menurut Juniver, Surya Darmadi kaget dengan tuduhan Kejagung.

"Tadi beliau juga sampaikan kepada saya tolong disampaikan bahwa 'Saya terus terang saja kaget terhadap yang dikatakan dan opini yang berkembang bahwa saya ada merugikan negara sampai Rp 78 T'. Lantas dia katakan kepada saya, 'Pak Juniver perlu saya beri catatan bahwa permasalahan yang ada sekarang, aset itu sudah maksimal Rp 5 T doang'," kata Juniver.

Surya juga meminta penyidik dalam hal ini menjelaskan perhitungan kerugian negara Rp 78 triliun.

"Oleh karenanya dia sangat tertarik tadi menyatakan bahwa, 'Saya pengen sebetulnya pihak penyidik bisa menjelaskan kepada saya bagaimana hitungan Rp 78 T itu'," ujarnya.

Di pemeriksaan kali ini, Surya mengaku dalam kondisi tidak sehat. Alhasil penyidik Kejagung menghentikan pemeriksaan sementara.

Setelah Surya keluar dari gedung Jampidsus, dia langsung dibawa ke RS Adhyaksa, Ceger. Juniver mengatakan kondisi Surya sedang tidak sehat saat ini.

Namun, mengingat fisiknya kondisinya yang tidak mengizinkan, beliau minta agar dihentikan suku pemeriksaan dan meminta dokter me-recheck kesehatannya, yaitu jantung akut. Hasil recheck dari dokter tadi didatangkan dokter menyatakan perlu dibawa ke rumah sakit, yaitu RS Ceger, di bawah kontrol atau pengawasan dari kejaksaan," kata dia.

"Oleh karenanya, pemeriksaan hari ini tidak bisa dilanjutkan dan kemudian kami berharap kesehatan beliau cepat pulih supaya bisa selesai proses ini dan beliau juga berharap bahwa kondisinya cepat pulih agar dia bisa menghadapi proses yang lebih lanjut inilah," sambung Juniver.

Besok Surya Diperiksa KPK

KPK juga sudah menjadwalkan pemeriksaan Surya Darmadi besok. Pemeriksaan akan digelar di Gedung Bundar Jampidsus, Kejagung.

"Pada Jumat, 19 Agustus 2022, bertempat di Gedung Bundar JAM Pidsus, tersangka SD akan dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana.

Ketut mengatakan pemeriksaan dilakukan sebagai bentuk sinergi antara Kejaksaan Agung RI dan KPK dalam menyelidiki kasus dugaan korupsi lahan sawit PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu.

Simak Video 'Momen Surya Darmadi Pakai Kursi Roda, Lalu Dibawa ke RS':

[Gambas:Video 20detik]


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT