4 Tersangka Korupsi Laporan Keuangan PUTR Sulsel Diduga Terima Suap Rp 2,8 M

ADVERTISEMENT

4 Tersangka Korupsi Laporan Keuangan PUTR Sulsel Diduga Terima Suap Rp 2,8 M

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Kamis, 18 Agu 2022 19:48 WIB
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata didampingi Plt Jubir KPK Ali Fikri memberi pernyataan pers terkait operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Sidoarjo Saiful Ilah di Gedung KPK, Rabu (8/1/2019). KPK menunjukkan barang bukti suap yang disita dalam OTT tersebut.
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

KPK menetapkan empat pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsesl) sebagai tersangka dalam perkara suap. Keempatnya diduga menerima uang senilai Rp 2,8 miliar dari Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Edy Rahmat terkait pemeriksaan laporan keuangan.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut perkara ini bermula saat BPK Perwakilan Sulsel memiliki agenda yang salah satunya adalah pemeriksaan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pemprov Sulsel. Sebelum dilakukan pemeriksaan, salah seorang tersangka, Yohanes Binur Haryanto Manik, selaku pemeriksa, melakukan komunikasi aktif dengan tiga tersangka lainnya.

"Salah satu entitas yang menjadi objek pemeriksaan adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pemprov Sulsel," kata Alexander Marwara dalam konferensi pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Kamis (18/8/2022).

Namun, sebelum pemeriksaan dilakukan, Yohanes diduga aktif menjalin komunikasi dengan anggota lainnya, seperti Andi, Wahid, dan Gilang. Dalam salah kesempatan, mereka membahas soal manipulasi temuan pemeriksaan.

"Sebelum proses pemeriksaan, YBHM diduga aktif menjalin komunikasi dengan AS, WIW, dan GG yang pernah menjadi tim pemeriksa untuk laporan keuangan Pemprov Sulsel tahun 2019, di antaranya terkait cara memanipulasi temuan item-item pemeriksaan," Alex.

Alex menyebut Yohanes Binur menemukan adanya sejumlah proyek yang nilai pagunya di-mark-up dan hasil yang tidak sesuai dengan kontak. Kemudian, Edy berinisiatif agar tim pemeriksa merekayasa temuan tu.

"Atas temuan ini, ER kemudian berinisiatif agar hasil temuan dari tim pemeriksa dapat direkayasa sedemikian rupa, di antaranya untuk tidak dilakukan pemeriksaan pada beberapa item pekerjaan, nilai temuan menjadi kecil, hingga menyatakan hasil temuan menjadi tidak ada," ungkapnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan juga 'KPK Geledah Kantor Dinas PUTR Sulsel Terkait Kasus Nurdin Abdullah':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT