ADVERTISEMENT

Hari Konstitusi, Bamsoet Ajak Perkuat Arah Cita-cita Indonesia Merdeka

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Kamis, 18 Agu 2022 17:18 WIB
Hari Konstitusi, Bamsoet Ajak Perkuat Arah Cita-cita Indonesia
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan peringatan hari-hari besar kenegaraan tidak boleh dimaknai hanya sebatas kegiatan seremonial semata. Melainkan harus menjadi bentuk tanggungjawab untuk meneguhkan arah cita-cita Indonesia merdeka. Sekaligus momen untuk melakukan refleksi diri dan menentukan proyeksi bangsa ke depan.

"Melalui proses refleksi dan proyeksi ini diharapkan kita dapat mengenali apa kelebihan dan kekurangan kita sebagai bangsa. Pelajaran baik di masa lalu yang harus kita pertahankan, dan pengalaman buruk yang harus kita tinggalkan. Selain itu, kita dapat mengetahui ke mana kita akan menuju. Kita harus senantiasa terbuka atas perkembangan terbaik kehidupan umat manusia, guna memperkaya mutu kemanusiaan dan mutu peradaban kita," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (18/8/2022).

Pada Peringatan Hari Konstitusi dan Hari Ulang Tahun ke-77 MPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, hari ini Ketua DPR RI ke-20 ini mengapresiasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah menunaikan tugas sejarahnya dengan baik. Di antaranya ketika pada tanggal 1 Juni 2016 yang lalu, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 yang menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari lahir Pancasila. Sejak saat itulah bangsa Indonesia dapat mengetahui dan sekaligus memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi negara.

"Dalam bagian 'menimbang' huruf (c), (d) dan (e), Keppres Nomor 24 Tahun 2016 tersebut, ditegaskan bahwa Pancasila sejak kelahirannya tanggal 1 Juni 1945 melalui Pidato Bung Karno di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI), dan mengalami perkembangan dalam Naskah Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 oleh Panitia Sembilan, hingga disepakati menjadi rumusan final oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945, yang dimaknai sebagai suatu kesatuan proses lahirnya Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, oleh para Pendiri Bangsa," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan dasar pertimbangan historis dan yuridis yang disusun dalam Keppres tersebut telah sejalan dengan kesepakatan MPR RI tentang sejarah lahirnya Pancasila.

Menurut Bamsoet, sejarah lahirnya Pancasila tersebut kemudian dikonseptualisasikan dalam dokumen Buku Empat Pilar MPR RI yang menjadi materi baku dalam pelaksanaan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, yang berlangsung sejak periode kepemimpinan almarhum Taufiq Kiemas sebagai Ketua MPR tahun 2009-2013 lalu hingga saat ini.

"Dengan demikian, Keputusan Presiden Joko Widodo Nomor 24 Tahun 2016 tersebut, telah melengkapi dokumen kenegaraan Keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Nomor 18 Tahun 2008 yang menetapkan tanggal 18 Agustus 1945 sebagai Hari Konstitusi. Atas dasar pertimbangan historis dan yuridis itulah, pada hari ini lembaga MPR RI menyelenggarakan Peringatan Hari Konstitusi setiap tanggal 18 Agustus di Gedung Parlemen ini," pungkas Bamsoet.

(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT