ADVERTISEMENT

Anies Ungkap Tantangan Hidup di Jakarta: Tempat Tinggal Hingga Pangan

Adrial Akbar - detikNews
Kamis, 18 Agu 2022 00:34 WIB
Anies Baswedan di acara Jakarta Melayu Festival, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (17/8/2022).
Anies Baswedan di acara Jakarta Melayu Festival, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (17/8/2022). (Foto: Adrial Akbar/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan tantangan hidup di Jakarta. Tantangan itu mulai dari tempat tinggal jangka panjang hingga pangan.

"Di Jakarta ini, salah satu tantangan kita adalah memastikan bahwa semua unsur masyarakat yang ada di kota ini, bisa tinggal dengan tenang dan nyaman dalam jangka panjang," kata Anies di acara Jakarta Melayu Festival, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (17/8/2022).

Mantan Mendikbud itu juga menyinggung masalah pangan di Jakarta. Menurutnya, harga pangan yang terus meningkat akan menyulitkan warga Jakarta.

"Di sisi lain harga pangan di Jakarta, tiap hari makin tinggi," ujar Anies.

Kembali ke persoalan tempat tinggal, Anies menyinggung keadilan bagi warga Jakarta. Keadilan ini terkait nilai pajak tanah dan bangunan. Sebab semakin meningkatnya nilai pajak bangunan itu akan berdampak kepada warga berpenghasilan rendah.

"Tanpa kita sadari, pemerintah yang selalu mengatakan keadilan sosial di setiap upacaranya, memiliki aturan tentang pajak tanah dan bangunan yang bisa diartikan sebagai 'kami meningkatkan pendapatan daerah dengan meningkatkan PBB, pada saat yang sama itu adalah kalimat sopan untuk mengatakan kami akan mengosongkan Jakarta dari penduduk yang tak mampu membayar pajak," ujar dia.

"Ini adalah kenyataan bertahun-tahun yang kita jalani. Karena itu kita di Jakarta, mau mengubah itu," lanjut Anies.

Anies lalu menyinggung kebijakan Pemprov DKI yang menggratiskan pajak bangunan bagi rumah di bawah Rp 2 miliar. Hal itu disebutnya sudah menjadi suatu keadilan bagi masyarakat.

"Keadilan sosial itu bukan hanya jadi statement, keadilan sosial itu jadi kenyataan. Dan alhamdulillah DKI Jakarta mengadopsi kebijakan dimana semua rumah di Jakarta dengan nilai JOP di bawah dua miliar, maka PBB-nya di nol kan," ujarnya.

"Apa yang terjadi ketika dinolkan PBB-nya, yang terjadi adalah 85 persen dari rumah di Jakarta hari ini tidak perlu lagi bayar pajak bumi dan bangunan. 15 persen masih harus bayar, tapi 15 persen pun dengan sebuah ketentuan, ada kebutuhan dasar manusia yang tak mungkin dipajakin," lanjut Anies.

(eva/eva)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT