ADVERTISEMENT

Anies Gratiskan PBB-P2 untuk Rumah Kegiatan Keagamaan Berverifikasi Kemenag

Nahda Rizki Utami - detikNews
Rabu, 17 Agu 2022 21:19 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Tiara Aliya/detikcom)
Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Tiara Aliya/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membebaskan pajak untuk rumah yang dipakai sebagai tempat kegiatan keagamaan. Tapi syaratnya, tempat keagamaan itu harus mendapatkan verifikasi terlebih dahulu dari Kementerian Agama.

"Kita menyaksikan banyak sekali kegiatan-kegiatan seperti majelis taklim yang di situ merupakan aktivitas menjaga moral masyarakat yang dilakukan di rumah-rumah dan sudah dikerjakan puluhan tahun. Bahkan banyak yang antara tempat dia tinggal dengan luas bangunan yang dipakai untuk kegiatan pendidikan keagamaan itu lebih luas dipakai untuk kegiatan pendidikan keagamaan," kata Anies usai menghadiri acara Pajak Adil dan Merata untuk Semua di Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (17/8/2022).

"Nah yang seperti inilah yang kemudian kita berikan pembebasan atas pajaknya, caranya adalah mereka harus mendapatkan verifikasi dari Kementerian Agama. Kementerian Agama melakukan verifikasi benar bahwa tempat ini dipakai untuk kegiatan pendidikan keagamaan," lanjut Anies.

Anies kemudian menjelaskan alasan memberikan aturan pembebasan pajak terhadap rumah yang dipakai untuk kegiatan keagamaan. Dia melihat adanya peran dari masyarakat yang menetap di rumah itu untuk mencerdaskan masyarakat melalui ajaran-ajaran agama.

"Mengapa ini diberikan? Karena keluarga dan rumah-rumah itu membantu peran pemerintah di dalam memajukan dan mencerdaskan masyarakat. Mereka memainkan peran itu," ujarnya.

Lebih lanjut, Anies juga melihat banyak rumah yang dipakai untuk kegiatan keagamaan yang terletak di pusat kota. Namun sayangnya, rumah-rumah itu, akhirnya dijual karena tidak sanggup membayar pajak.

"Banyak dari mereka itu yang di lokasi-lokasi yang dulunya di pinggiran sekarang udah jadi pusat kota. Akhirnya mereka terbebani pajak ujung-ujung yang dijual. Kenapa dijual? Karena tidak mampu untuk bayar PBB," imbuhnya.

Lihat juga video 'Anies: Republik Ini Dibangun Bukan dengan Program Tapi dengan Gerakan':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikut

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT