77 Tahun Merdeka, Saatnya Indonesia Menguasai Data

ADVERTISEMENT

77 Tahun Merdeka, Saatnya Indonesia Menguasai Data

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 17 Agu 2022 13:57 WIB
big data ilustrasi
Foto: Ilustrasi data (Istimewa)
Jakarta -

Indonesia memasuki usia 77 tahun tepat hari ini. Tantangan saat ini dan 25 tahun ke depan adalah yang bisa menguasai data, maka bisa menguasai dunia. Bukan sumber daya alam lagi atau industri hilir.

"Siapa yang menguasai data, akan menguasai dunia!" kata politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko kepada wartawan, Rabu (17/8/2022).

Analisis Budiman Sudjatmiko berdasarkan pembabakan 25 tahunan setelah Perang Dunia II berakhir. Babak pertama (1945-1970) adalah kurikulum siapa yang menguasai sumber daya alam, maka akan menjadi pemenang.

"Banyak kudeta dan perang saudara di negara-negara yang baru merdeka karena rebutan sumber daya alam mineral. Muncullah ungkapan 'Kutukan Sumber Daya Alam!'," ucap Budiman Sudjatmiko, yang juga lulusan Ilmu Politik University of London.

Pada babak kedua (1970-1995) kurikulumnya adalah siapa menguasai industri manufaktur, ia akan menguasai dunia. Jerman dan Jepang, yang kalah di Perang Dunia II, mulai bangkit. Mobil, motor, TV, tape recorder, hingga AC lain merupakan produk mereka yang membanjiri dunia

"Bukannya tanpa konflik dan ketegangan akibat pergantian kurikulum dunia ini. Di Indonesia ketegangan ini terjadi di 1974 dalam apa yang disebut peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari) saat pemuda/mahasiswa Indonesia memprotes PM Jepang dn menolak produk-produk Jepang," beber Budiman Sudjatmiko.

Babak ketiga, yaitu setelah 1995. Kurikulum ekonomi politik ketiga ini adalah siapa yang menguasai uang, punya uang tanpa keringat karena bermain di pasar modal, perdagangan derivatif dan lain-lain maka akan menjadi pemenang.

"Monetarists berjaya! Dampaknya ke mana-mana. Apa Indonesia terkena dampaknya? Krisis moneter 1997 adalah peristiwanya. Krismon-lah yang memicu demokrasi Indonesia 1998," urai Budiman Sudjatmiko, yang menyelesaikan master hubungan internasional di Cambridge University.

Kurikulum ketiga ini akan habis pada 2020 karena sudah melewati 25 tahun dan memasuki babak keempat dengan ciri-ciri kurikulumnya adalah penguasaan data.

"Pelayanan kesehatan berbasis data/digital untuk mengatasi pandemi COVID 19. Kurikulum ekonomi dunia berbasis data ini akan berlangsung 25 tahun. Kapan ia akan ganti kurikulum? Ya di 2045 tepat 100 tahun setelah Bung Karno dan Bung Hatta memerdekakan Indonesia!" kata Budiman Sudjatmiko menegaskan.

Lalu bagaimana setelah 2045?

"Pada 25 tahun pertama usai perang, yang harus ditata adalah tanah kita, pada 25 tahun kedua yang harus ditata adalah pabrik-pabrik kita, pada 25 tahun ke 3 adalah dompet kita, dan pada 25 tahun keempat adalah gadget kita. Nah, yang harus ditata pada 25 tahun kelima adalah otak," jawab Budiman Sudjatmiko.

Lihat video 'Momen Upacara HUT Ke-77 RI di Istana Merdeka':

[Gambas:Video 20detik]



(rdp/rdp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT