ADVERTISEMENT

2 Kontroversi UAH Soal Sejarah: Pattimura Hingga Rumah Proklamasi

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 17 Agu 2022 13:11 WIB
Ustaz Adi Hidayat
Foto: Adi Hidayat (dok. Adi Hidayat Official)
Jakarta -

Ustaz Adi Hidayat (UAH) beberapa kali melontarkan klaim terkait sejarah nasional Indonesia. UAH dulu pernah mengklaim Kapitan Pattimura adalah seorang muslim, kini ia menyebut rumah di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 hibah dari pengusaha keturunan Yaman.

Pada bulan Juli 2022 lalu, Ustaz Adi Hidayat (UAH) menyebut pahlawan nasional Kapitan Pattimura sebenarnya bernama asli Ahmad Lussy, bukan Thomas Matulessy seperti yang selama ini diketahui banyak orang. Ahmad Lussy dinyatakannya sebagai seorang muslim dan kiyai. Video pernyataan dari UAN ini pun viral.

Namun, sejarawan mengimbau publik kritis terhadap teori 'alternatif' seperti itu.

"Yang diperlukan adalah kritis terhadap sumber," kata sejarawan dari UGM, Satrio Dwicahyo (Ody), kepada detikcom, Senin (4/7/2022).

Ody menjelaskan narasi-narasi semacam itu mulai tumbuh subur selepas runtuhnya era Orde Baru. Gelombang narasi sejenis seperti Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman, Majapahit ternyata kerajaan Islam, Gajah Mada ternyata bernama Gaj Ahmada, hingga Napoleon Bonaparte adalah muslim.

Untuk yang menyatakan Kapitan Pattimura bernama asli Ahmad Lussy, terlepas dari yang viral belakangan ini, pendapat itu sebelumnya pernah dikemukakan Prof Ahmad Mansur Suryanegara dalam buku 'Api Sejarah'. Ody menilai Ahmad Mansur Suryanegara tidak sendirian dalam tren mengedepankan peran satu kelompok dalam sejarah Indonesia, utamanya kelompok Islam. Narasi semacam itu memang populer.

"Ini populer di sekitar tumbangnya Orde Baru. Ini dianggap suatu kesempatan untuk revival (kebangkitan), dengan anggapan bahwa kelompok Islam disudutkan dalam historiografi nasional selama Orba," kata Ody.

Sementara itu, keluarga keturunan Thomas Matulessy dari Pulau Haruku, Provinsi Maluku, membantah klaim bahwa Pattimura adalah Ahmad Lussy.

"Itu hoax sejarah," kata Thomas Matulessy kepada detikcom, Rabu (6/7/2022).

Thomas Matulessy mengaku sebagai keturunan Thomas Matulessy yang hidup di abad 18-19, sosok yang dikenal sebagai Kapitan Pattimura dan tewas di tiang gantungan Belanda, kemudian ditetapkan Indonesia sebagai pahlawan nasional.

"Saya adalah generasi ke-6 dari Thomas Matulessy," kata Thomas, pria kelahiran Hulaliu, Pulau Haruku, tahun 1957, dan sekarang tinggal di Ambon. Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPN) menghubungkan detikcom dengan keluarga Thomas Matulessy ini.

Lihat juga video 'Saran UAH ke Kemenag soal Tak Berangkatkan Haji: Gandeng MUI':

[Gambas:Video 20detik]



Baca halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT