ADVERTISEMENT

Usai Dapat Penghargaan Kota Layak Anak, Kabupaten Lebak Dikritik

Fathul Rizkoh - detikNews
Rabu, 17 Agu 2022 02:14 WIB
Young Asian preteen teenager boy hugging his knee in his bedroom with smartphone, Cyber bullying in kid, depressed child mental health
Ilustrasi anak (Getty Images/iStockphoto/ThitareeSarmkasat)
Lebak -

Pemerintah Kabupaten Lebak menerima penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori madya dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lebak mengkritik penghargaan tersebut.

LPA mencatat, mencatat 30 kasus kekerasan seksual anak terjadi di Lebak hingga bulan Agustus 2022. Kasusnya terjadi di sekolah maupun di ruang publik.

"Iya, terlihat kurang pas yah dengan situasi saat ini. Ironis memang bila kita bandingkan dengan jumlah kekerasan (seksual) terhadap anak," kata Ketua LPA Lebak Oman Rohmawan kepada detikcom, Selasa (16/8/2022).

Diketahui salah satu indikator pemberian KLA adalah pemenuhan hak anak yang salah satunya hak mendapat perlindungan. Oman beragumen, penghargaan yang diberikan bisa dievaluasi kembali oleh kementerian lantaran belum sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Tapi apapun hasilnya, kita tetap mengucapkan selamat buat Kabupaten Lebak yang telah mendapatkan penghargaan KLA, namun tingginya angka kekerasan jadi PR besar buat pemerintah untuk lebih serius menangani masalah anak di Lebak. Malu lah kita dapat penghargaan KLA tapi angka kekerasan anak tinggi," tuturnya.

Dikonfirmasi, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan akan serius menangani kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Dia meminta semua pihak turut membantu mencegah dan menangani kasus tersebut.

"Konsisten menangani dan memberantas kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak. Sebagai pemimpin perempuan, kita harus ramah pada program anak dan perempuan. Ini menjadi poin penting, masa pemimpin perempuan tidak bisa menjaga program perempuan dan anak," kata Iti kepada detikcom ditemui beberapa waktu lalu di Kecamatan Cibeber.

Iti mengatakan pelaku kekerasan seksual anak harus ditindak tegas. Dia pun tak segan-segan memecat pelaku yang berasal dari lingkungan Pemkab Lebak jika terbukti melakukan kekerasan seksual.

"Tentu itu harus ditindak tegas (pelaku). (Dipecat) iya," tegasnya.

Dalam memerangi hal tersebut, Iti juga meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang ada sekarang. Pihak lain, kata Iti, bisa terlibat dalam pencegahannya.

"Upaya inikan bukan hanya itu (menindak pelaku), tapi juga harus ditangani bersama dari alim ulama, tingkat desa, kecamatan untuk terus mengajak masyarakat (pencegahan). Inikan selalu ada disekitar kita (kekerasan seksual). Maka untuk memeranginya dengan pendidikan agama, gerakan Magrib mengaji salah satu upaya kita untuk mempersiapkan etika dan pemahaman agama kepada anak," pungkasnya.

(aik/aik)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT