ADVERTISEMENT

Pejabat Disperindag Kota Tangerang Didakwa Korupsi Pembangunan Pasar

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 16 Agu 2022 18:26 WIB
korupsi
Persidangan perkara korupsi di Pengadilan Tipikor Serang (Bahtiar Rifai/detikcom)
Serang -

Oke Sulendro Setyo Rachman didakwa melakukan korupsi dalam pembangunan pasar di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Oke Sulendro yang merupakan Kepala Seksi Perdagangan Luar Negeri di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DIsperindag) Pemkot Tangerang itu didakwa bersama 4 orang lainnya dari unsur swasta.

Dalam pembacaan surat dakwaan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Serang, Oke Sulendro didakwa bersama dengan Andi Arifin, Allay Ray, Dedy Iskandar, dan Achmad Dielmi Agus. Disebutkan, Andi Arifin sebagai Direktur PT Nisara Karya Nusantara sedangkan Allan Ray adalah site manager, dan Achmad Dielmi adalah Direktur PT Delta Elok Lestari.

Jaksa penuntut umum, Mayang Tari, mengatakan bila proyek pembangunan pasar itu dimulai tahun 2017 senilai Rp 5 miliar. Namun, akibat perbuatan para terdakwa, negara disebut mengalami kerugian sebesar Rp 640 juta.

Proyek tahun 2017 itu dimulai dari adendum pertama di bulan Agustus. Allan dan Dedy saat itu diberi kuasa oleh PT Nisara Karya Nusantara, tapi tidak mengerjakan kontrak sesuai dengan jadwal pada adendum tersebut. Di adendum selanjutnya pun tidak diselesaikan sehingga ada sisa pekerjaan dalam finishing. Penandatanganan adendum ini dilakukan oleh Oke Sulendro selaku PPK dan Andi Arifin selaku Direktur PT Nisara Karya Nusantara.

Jaksa mengatakan Oke Sulendro telah mengubah spesifikasi teknis pekerjaan tapi tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Ia juga menandatangani adendum di atas dengan tidak berhadapan langsung dengan Andi Arifin dan bertentangan dengan kontrak.

"Perbuatan terdakwa telah bertentangan dengan kontrak itu sendiri," ucap Mayang selaku jaksa penuntut umum di Pengadilan Tipikor Serang, Jalan Serang-Pandeglang, Selasa (16/8/2022).

Disperindag juga disebut telah mencairkan senilai Rp 4,9 miliar lebih ke PT Nisara. Namun rekening tersebut berbeda dengan rekening yang ada dalam dokumen penawaran kontrak. Itu katanya bertentangan dengan surat perjanjian dan bertentangan dengan Peraturan Presiden tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Hasil audit atas pembangunan pasar itu, lanjut jaksa, ditemukan beberapa catatan, antara lain persiapan pekerjaan tidak dilakukan dengan baik, pekerjaan tanah ditemukan kegagalan di mana pemadatan di area bangunan utama lantai satu mengalami kerusakan.

"Ditemukan kegagalan pekerjaan atau tidak terpasang pada pekerjaan fondasi dan konstruksi beton," ujarnya.

Ada juga catatan bahwa pekerjaan arsitektur pada lantai satu, keramik, plafon, dan dinding yang rusak cukup besar bahkan masuk status harus diperbaiki karena membahayakan. Kemudian pekerjaan sanitasi yang tidak jelas. Hasil audit itu menyebutkan kerugian keuangan negara Rp 640 juta lebih. Para terdakwa diancam pidana Pasal 2 jo Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Atas dakwaan, para terdakwa Oke dan empat terdakwa lain mengajukan eksepsi. Melalui kuasa hukumnya, terdakwa meminta agar sidang dilakukan secara offline di Pengadilan Tipikor Serang.

Simak juga 'Momen Jokowi Pamer 3 Kasus Korupsi Besar Terbongkar!':

[Gambas:Video 20detik]

(bri/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT