ADVERTISEMENT

Profil Sayuti Melik, Pengetik Naskah Proklamasi Indonesia

Kanya Anindita Mutiarasari - detikNews
Selasa, 16 Agu 2022 18:05 WIB
Profil Sayuti Melik dikenal sebagai pengetik naskah proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Berikut ini profil selengkapnya tentang Sayuti Melik.
Profil Sayuti Melik, Pengetik Naskah Proklamasi Indonesia (Foto: Wikimedia Commons)
Jakarta -

Profil Sayuti Melik dijabarkan di artikel ini. Sayuti Melik dikenal sebagai pengetik naskah proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Sayuti Melik juga merupakan salah satu pahlawan nasional yang berjasa dalam proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.

Lantas, bagaimana dengan sosok Sayuti Melik? Simak informasi berikut ini tentang biografi Sayuti Melik.

Profil Sayuti Melik: Pengetik Teks Proklamasi

Dilansir situs Bagian Pemerintahan Kota Banjarmasin, Sayuti Melik memiliki nama asli Mohammad Ibnu Sayuti. Sayuti Melik lahir diSleman, Yogyakarta, 22 November 1908. Ia adalah putra dari pasangan Abdul Muin alias Partoprawito dan Sumilah.

Mengutip dari situs resmi DKI Jakarta, Sayuti Melik mulai bersekolah di Sekolah Ongko Loro atau setara dengan Sekolah Dasar (SD) di Desa Srowolan. Pada tahun 1920, Sayuti Melik melanjutkan pendidikan di Sekolah Guru di Solo. Namun, pendidikannya harus berhenti karena ditangkap Belanda akibat dicurigai tergabung dalam kegiatan politik.

Profil Sayuti Melik dikenal sebagai pengetik naskah proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.Profil Sayuti Melik dikenal sebagai pengetik naskah proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Perjuangan Sayuti Melik Melawan Penjajah

Pada tahun 1926, Sayuti Melik dituduh Belanda membantu PKI sehingga dibuang ke Boven Digul sampai tahun 1933. Sayuti Melik juga ditangkap Inggris pada tahun 1933 dan dipenjara di Singapura selama setahun. Setelah diusir dari wilayah Inggris, Sayuti Melik kembali ditangkap oleh Belanda dan ditahan di sel Gang Tengah pada tahun 1937-1938.

Setelah dinyatakan bebas, Sayuti Melik bertemu dengan Soerastri Karma Trimurti dalam kegiatan pergerakan bersama. Mereka memutuskan untuk menikah pada 19 Juli 1938

Bersama istrinya, Sayuti Melik mendirikan Koran Pesat di Semarang. Keduanya itu mengurus berbagai pekerjaan bersama, mulai dari urusan redaksi, percetakan, distribusi, hingga langganan koran.

Akibat adanya tulisan yang mengkritik pemerintah Hindia Belanda, Sayuti Melik dan SK Trimurti bergantian keluar masuk penjara. Tahun 1939-1941, Sayuti Melik dipenjara di Sukamiskin, Bandung, atas tindakan delik pers.

Lalu, pada masa kependudukan Jepang tahun 1942, Koran Pesat dibubarkan oleh pemerintah Jepang. Sayuti Melik juga kembali dipenjara karena dituduh menyebarkan selebaran PKI.

Peran Sayuti Melik dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Sayuti Melik dibebaskan menjelang hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sayuti Melik turut berperan dalam penyusunan teks proklamasi kemerdekaan di rumah Laksamana Maeda. Kemudian, teks proklamasi diserahkan ke Sayuti Melik untuk diketik pada tanggal 17 Agustus 1945 dini hari.

Saat proses pengetikan, Sayuti Melik melakukan tiga perubahan dalam naskah proklamasi, yaitu:

  1. Kata 'tempoh' diganti menjadi 'tempo'
  2. Kata 'wakil-wakil Bangsa Indonesia' diganti menjadi 'Atas Nama Bangsa Indonesia'
  3. Pengubahan tulisan bulan dan hari.

Sayuti Melik juga menyarankan jika teks proklamasi ditandatangani Soekarno (Bung Karno) dan Mohammad Hatta (Bung Hatta), atas nama bangsa Indonesia.

Sayuti Melik meninggal dunia pada 27 Februari 1989 di Jakarta di usia 80 tahun. Jasadnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

Demikian informasi profil Sayuti Melik. Semoga bermanfaat!

Simak juga 'Bendera Merah Putih Raksasa Berkibar di Bukit Klangon Merapi':

[Gambas:Video 20detik]



(kny/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT