ADVERTISEMENT

Masyarakat dan Pemerintah Diharap Kolaborasi Hadapi Krisis Global

Hanifa Widyas - detikNews
Selasa, 16 Agu 2022 16:46 WIB
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan tema ‘Reinvensi Keindonesiaan Kita, Kepemimpinan Keindonesiaan dan Patriotisme dalam Indonesia Pascapandemi’ di Gedung Nusantara IV, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, di Senayan, Jakarta (11/6).
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai ajakan pemerintah dalam menghadapi ancaman dampak krisis global dengan meningkatkan kewaspadaan, kehati-hatian, dan kesiapsiagaan harus didukung. Hal ini dilakukan agar bangsa Indonesia mampu mengatasi krisis dengan baik.

"Apresiasi terhadap masyarakat dan pemerintah yang sejauh ini mampu menghadapi dampak krisis global dengan baik, sehingga kita saat ini termasuk negara yang memiliki fundamental ekonomi yang relatif kuat," ujar Lestari dalam keterangannya, Selasa (16/8/2022).

Lestari mengakui sejumlah pencapaian Indonesia dalam mengendalikan pandemi COVID-19, di antaranya lewat pemberian 432 juta dosis vaksin COVID-19. Tidak hanya itu, diketahui pengendalian inflasi di Indonesia 4,9% yang relatif rendah dibandingkan dengan inflasi regional negara-negara ASEAN yang berkisar 7%. Kedua hal tersebut tidak terlepas dari peran serta aktif masyarakat.

Dia berpendapat penguatan peran serta masyarakat dalam menghadapi beragam dampak krisis global sangat diperlukan melihat kompleksnya masalah yang dihadapi.

Ia menambahkan keyakinan Presiden RI terhadap kemampuan bangsa ini dalam mengelola pandemi COVID-19 di tanah air harus mampu menjadi modal dasar dalam mengelola berbagai agenda besar nasional lainnya.

Selain itu, ia juga berpesan agar sejumlah potensi yang dimiliki bangsa ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, seperti sumber daya alam, bonus demografi, dan tingkat kepercayaan dunia Internasional yang tinggi terhadap Indonesia.

"Pencapaian lain Indonesia harus menjadi cambuk bagi sektor lain demi kesejahteraan setiap anak bangsa. Adapun pencapaian ini, yaitu penghargaan International Rice Research Institute (IRRI) yang diberikan kepada Pemerintah Indonesia atas keberhasilannya mewujudkan swasembada beras dan meningkatkan ketahanan pangan nasional," jelasnya.

Selain itu, kata dia, dukungan Pemerintah dan DPR atas isu kesetaraan gender di tanah air harus konsisten diwujudkan. Ia menegaskan upaya yang bisa dilakukan adalah melalui realisasi sejumlah peraturan dan undang-undang yang memberi perlindungan terhadap perempuan. Namun, diketahui hingga kini prosesnya masih terhambat, seperti Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT).

Dia berharap konsistensi kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dapat tercipta di lebih banyak bidang agar bangsa ini dapat bangkit menjadi bangsa yang kuat menghadapi tantangan di masa depan.

Simak juga Video: Jokowi Sebut Ancaman Krisis Global Bisa Dijadikan Peluang RI

[Gambas:Video 20detik]




(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT