ADVERTISEMENT

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Indra Kenz di Kasus Binomo

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 16 Agu 2022 12:06 WIB
Jakarta -

Jaksa penuntut umum (JPU) meminta hakim menolak eksepsi yang diajukan Indra Kenz dalam kasus Binomo. Jaksa meyakini Indra Kenz melakukan tindak pidana perjudian online, sebar hoax, hingga TPPU terkait Binomo seperti yang didakwakan.

"Dalam tanggapan ini kami memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk memutuskan sebagai berikut, menyatakan bahwa seluruh eksepsi (Keberatan) penasehat hukum terdakwa Indra Kesuma alias Indra Kenz dinyatakan ditolak, setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima," kata JPU dari Kejari Tangsel, Tommy Detasatria, saat membaca tanggapan atas eksepsi terdakwa, di PN Tangerang, Selasa (16/8/2022).

Selain itu, jaksa meminta hakim menetapkan Surat Dakwaan Penuntut Umum telah memenuhi syarat sesuai ketentuan undang-undang. Jaksa juga minta agar sidang Indra Kenz dilanjutkan ke materi pokok perkara.

"Menetapkan bahwa pemeriksaan/persidangan perkara pidana atas nama Terdakwa Indra Kesuma alias Indra Kenz dapat dilanjutkan," katanya.

Jaksa menyatakan tetap pada dakwaannya. Jaksa juga menilai eksepsi Indra Kenz tidak berdasar.

"Bahwa seluruh materi Eksepsi (Keberatan) Penasihat Hukum Terdakwa Indra Kesuma Alias Indra Kenz terhadap Surat Dakwaan Penuntut Umum adalah tidak berdasar, tidak bertujuan untuk penegakan hukum dan tidak sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 156 ayat (1) KUHAP," tuturnya.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan putusan sela pada Senin (22/8) pekan depan.

Sebelumnya, Indra Kenz mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan jaksa penuntut umum di kasus Binomo. Pengacara Indra Kenz, Brian Pranenda, menilai dakwaan jaksa terhadap Indra Kenz bukan tindak pidana kejahatan.

"Bahwa apa yang didakwakan tidak sesuai dengan apa yang dilakukan oleh terdakwa, mengingat dakwaan yang didakwakan terhadap Indra Kenz bukan tindak pidana kejahatan atau pelanggaran mengingat tidak ada unsur kesengajaan," kata Brian di Pengadilan Negeri Tangerang, Jalan Taman Makam Pahlawan, Tangerang, Jumat (12/8).

"Tidak ada unsur melawan hukum dan bukan tindak pidana kejahatan, akan tetapi termasuk ruang lingkup perkara perdata atau perselisihan perdata yang harus diselesaikan berdasarkan ketentuan pasal perjanjian klien antara pengguna dan Binomo dan kebijakan privasi dan ketentuan Pasal 18 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik sehingga patut dan beralasan hukum," katanya.

Brian menyebut dakwaan jaksa tidak cermat. Dia pun meminta hakim mengabulkan eksepsi kliennya itu.

Didakwa Judi Online, Hoax, hingga TPPU

Diketahui, Indra Kenz didakwa melakukan pidana judi online, penyebaran berita bohong (hoax) melalui media elektronik hingga mengakibatkan kerugian konsumen melalui transaksi elektronik, penipuan atau perbuatan curang dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Indra Kenz didakwa pasal berlapis dalam kasus investasi bodong aplikasi Binomo.

"Terdakwa Indra Kenz dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat aksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian yang dilakukan oleh terdakwa," kata jaksa penuntut umum saat membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Tangerang, Jalan Taman Makam Pahlawan, Tangerang, Jumat (12/8).

Indra Kenz dalam kasus ini didakwa pasal berlapis. Pasal yang didakwakan adalah Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 27 ayat (2) dan/atau Pasal 45A ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 3 dan/atau Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

(yld/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT