ADVERTISEMENT

Kritik-kritik Datang Gegara Rumah Dinas Lurah di Jakpus Jadi Gudang

Tim detikcom - detikNews
Senin, 15 Agu 2022 21:00 WIB
Motor bak sampah terparkir di rumah dinas Lurah Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (11/8/2022). (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)
Motor bak sampah terparkir di rumah dinas Lurah Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (11/8/2022). (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)
Jakarta -

Sejumlah rumah dinas untuk lurah di Jakarta Pusat (Jakpus) berubah fungsi menjadi gudang untuk barang bekas. Rumah dinas yang tak ditempati itu menuai kritik.

Hal itu terungkap saat salah satu penghuni di rumah dinas Kelurahan Kramat, Johar Baru, Jakpus, Roisah (45) mengaku sudah menempati rumah dinas tersebut selama lima tahun. Dia tinggal bersama suami yang bekerja sebagai petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU).

Roisah menuturkan dia menjaga barang-barang yang ada di dalam rumah dinas. "Di dalam banyak barang bekas, seperti AC, lemari besi. Saya dan suami disuruh menjaga rumah ini," kata Roisah seperti dilansir Antara, Jumat (12/8/2022).

Roisah mengaku lurah lebih memilih tinggal di rumah pribadi dibanding di rumah dinas. Rumah dinas di Kelurahan Kramat itu terlihat dipenuhi barang-barang tidak terpakai, bahkan bangkai motor juga terparkir di halaman depan.

Di tempat terpisah, salah satu warga berinisial RZ mengaku rumah dinas di Kelurahan Cempaka Putih Barat dan Tanah Tinggi tidak pernah ditempati lurah.

"Kami tidak tahu siapa yang menempati. Soalnya, tidak pernah tegur sapa dengan warga. Yang jelas bukan lurah yang menempati rumah dinas tersebut," kata RZ.

Sementara itu, keadaan rumah dinas Lurah Kebon Melati, Tanah Abang, juga menjadi lahan parkir motor bak sampah roda tiga di halaman depan.

Dikritik Anggota DPRD DKI

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Fraksi NasDem Ahmad Lukman Jupiter menyayangkan sejumlah rumah dinas lurah di Jakpus digunakan sebagai gudang barang bekas. Jupiter menekankan anggaran renovasi rumah dinas lurah itu cukup besar.

"Sangat disayangkan jika rumah dinas kelurahan jadi gudang barang rongsokan, dan banyak persoalan yang terjadi. Jika rumah dinas tidak digunakan, rumah dinas tersebut tidak terawat dengan baik," kata Jupiter kepada wartawan, Jumat (12/8).

"Secara garis besar, anggaran setiap tahun terbuang sia-sia hanya untuk renovasi rumah dinas, sedangkan rumah dinas tidak digunakan sebagaimana mestinya. Saya khawatir setiap tahun hanya menghabiskan anggaran untuk renovasi rumah dinas, akan tetapi rumah dinas tidak digunakan sebagaimana mestinya," kata dia.

Sementara itu, anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Dwi Rio Sambodo meminta Pemprov DKI peka terkait permasalahan ini. Rio meminta agar rumah dinas lurah yang beralih fungsi ini dievaluasi secara mendalam.

"Gubernur/Pemprov harus peka tentang ini. Karena menyangkut amanat fungsi dan amanat uang rakyat. Ini sekaligus ujian Gubernur/Pemprov terhadap kinerjanya membenahi satuan kerja internalnya, meski sejujurnya ini sangat telat dan tidak tanggap masalah," kata Dwi Rio kepada wartawan, Jumat (12/8).

Dwi Rio berharap Pemprov DKI mengambil tindakan tegas terkait rumah dinas ini. Dia berharap agar dicari akar permasalahan ini.

"Konkretnya harus ada tindakan tegas terhadap penyimpangan fungsi ini, siapa yang memberikan izin disfungsi dan pihak mana yang memanfaatkan secara tidak benar," tutur dia.

Adapun Ketua Fraksi PKB/PPP DPRD DKI Jakarta Hasbiallah menyebut ada rumah dinas yang sudah menjadi sarang hantu. Hasbiallah juga menyoroti rencana pembangunan rumah dinas lurah. Dia mengaku bingung dengan rencana itu, sebab rumah dinas tidak ditempati.

"Kejadian seperti ini bukan baru, ini kejadian sudah lama. Rata-rata bukan hanya di Jakarta Pusat, hampir lurah-lurah berapa persen itu, tidak ditempati oleh lurahnya. Banyak, bukan hanya di Jakarta pusat hampir di seluruh wilayah tidak ditempatin. Ada yang jadi sarang hantu, ada yang jadi serem gitulah, coba dicek itu," kata Hasbiallah kepada wartawan, Jumat (12/8).

"Makanya pada waktu itu mau dianggarkan untuk pembangunan rumah-rumah lurah, bagaimana kita mau dianggarkan orang tidak ditempatin," tutur dia.

Hasbiallah menilai rumah dinas tidak ditempati lurah karena yang bersangkutan memiliki rumah sendiri. Selain itu, kata dia, jabatan lurah yang singkat membuat lurah enggan tinggal di rumah dinas.

Hasbiallah menyarankan agar rumah dinas itu digunakan untuk hal lain. Salah satunya digunakan untuk PAUD.

"Dipakai untuk hal yang lebih bermanfaat, baru misalnya ada kantor-kantor lurah yang kecil itu, tempatnya belum rapi bisa dipakai itu, dipergunakan untuk apa, gitu loh, bisa dipakai untuk PAUD, untuk yang lain-lain kan bisa," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT