Duduk Perkara Suami Bongkar Dugaan Pelecehan Istri di Grup WA Kantor

ADVERTISEMENT

Duduk Perkara Suami Bongkar Dugaan Pelecehan Istri di Grup WA Kantor

Dwi Andayani, Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 15 Agu 2022 06:20 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Foto: Ilustrasi pelecehan seksual (iStock)

Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah menjelaskan bahwa kasus ini merupakan dasar bahwa lingkungan kerja bukan tempat yang aman. Oleh karena itu, menurutnya, perlu aturan tentang pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kerja.

"Apa yang disampaikan kasus ini menjadi dasar bahwa lingkungan kerja bukan tempat yang aman dan perlu ada aturan tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kerja," kata Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah kepada wartawan, Minggu (14/8).

Selain itu, ia mengatakan bahwa kasus ini juga bisa diidentifikasi sebagai kasus kekerasan seksual berbasis elektronik.

"Dalam kasus ini dapat diidentifikasikan dua jenis kekerasan seksual yaitu kekerasan seksual berbasis elektronik (KSBE) berbentuk pengambilan foto tanpa persetujuan dan pelecehan seksual non fisik. Di mana keduanya merupakan delik aduan, yang harus diadukan langsung oleh korban," ungkapnya.

Komnas Perempuan mendukung upaya korban dan suami untuk mengadu ke pihak HRD. Sebab, hal ini sesuai dengan SE Menaker.

"Komnas Perempuan mendukung upaya korban dan suaminya untuk mengklaim keadilannya dengan mengadu ke HRD mengingat semua badan usaha memilliki kewajiban untuk menciptakan ruang kerja yang aman dan wajib melaksanakan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. SE.03/MEN/IV/2011 tentang Pedoman Pencegahan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja," tuturnya.

Selain itu, Komnas Perempuan juga mencatat setidaknya pada tahun 2020 ada 91 kasus kekerasan seksual di tempat kerja yang diadukan. Kemudian pada 2021 meningkat menjadi 114 aduan.


(rdp/rdp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT