ADVERTISEMENT

KIB: Kita Ingin Politik yang Inklusif untuk Kemajuan RI

at - detikNews
Minggu, 14 Agu 2022 22:38 WIB
Koalisi Indonesia Bersatu
Foto: Golkar
Surabaya -

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto mengungkapkan partai Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) memiliki visi dan misi untuk menciptakan politik yang inklusif, menyatukan dan didasarkan pada kegagasan dan pemikiran demi kemajuan Indonesia. Menurutnya, polarisasi dalam kontestasi politik dapat merusak keutuhan bangsa.

"Terlalu besar taruhannya jika dalam kontestasi pemilu nanti kita kembali terjebak dalam polarisasi politik yang dapat mengoyak tenun kebangsaan kita. Kita ingin politik yang dikedepankan merupakan politik yang menyatukan, inklusif dan didasarkan pada kesamaan gagasan dan pemikiran untuk kemajuan Indonesia yang kita cintai ini," ujar Airlangga dalam sambutannya di acara 'Launching Visi dan Misi KIB di Hotel Shangri-La, Surabaya, Minggu (14/8/2022).

Menteri Koordinator Perekonomian itu menjelaskan persatuan menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam pemaparan visi dan misi kali ini.

"Kegiatan hari ini adalah penyampaian visi misi dari partai Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Dalam visi yang disampaikan tiga ketua umum partai ditekankan pentingnya politik persatuan," ungkapnya.

Ia menyampaikan penekanan tersebut penting guna menghindari politik identitas yang dapat memecah belah bangsa.

"Ruang politik kita menuju Pemilu 2024 harus dipenuhi dengan perdebatan ide dan kontestasi pemikiran untuk kemajuan bangsa, bukan politik identitas yang dapat memecah belah bangsa kita," tegasnya.

Airlangga menuturkan sebagai parpol yang berpengalaman dan berada di dalam pemerintahan Presiden Jokowi, KIB akan terus melanjutkan capaian prestasi dan keberhasilan kebijakan pemerintahan kabinet sebelumnya.

"Berangkat dari capaian itu, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) menawarkan keberlanjutan (contuinity) dan transformasi yang berpijak pada tantangan kontekstual yang dihadapi bangsa kita saat ini di tengah ketidakpastian geo-politik dan situasi ekonomi global yang tidak menentu," tuturnya.

"Untuk mencapai tujuan tersebut, kita harus bekerja keras. Kita harus keluar dari cara-cara biasa (business as usual). Kita harus kerja ekstra keras dengan mengakselerasi transformasi ekonomi yang saat ini sudah dimulai," tandas Airlangga.

(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT