ADVERTISEMENT

Beda Klaim Eks Pengacara vs Pengacara Baru Bharada Eliezer

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 14 Agu 2022 20:21 WIB
Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). Kedatangan Bharada E tersebut untuk dimintai keterangan terkait insiden baku tembak dengan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J  yang terjadi pada Jumat (8/7) lalu di rumah dinas Kepala Divisi Propam Polri nonaktif Irjen Pol. Ferdy Sambo. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym.
Foto: Bharada Richard Eliezer atau Bharada E (Antara Foto/M Risyal Hidayat)
Jakarta -

Bharada E atau Richard Eliezer punya pengacara baru setelah mencabut kuasa kepada Deolipa Yumara di kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Kini, pengacara baru dan mantan pengacara itu beradu klaim soal Bharada E. Seperti apa?

Eks pengacara Bharada E, Deolipa Yumara, pada Sabtu (13/8/2022) menggelar jumpa pers dengan awak media. Deolipa menduga pemberhentian dirinya sebagai kuasa hukum Bharada E lantaran ada intervensi. Dia menyebut ada terselip kode yang disampaikan Bharada E melalui tanda tangan di surat pencabutan kuasa tersebut.

"Tapi ada orang yang mengintervensi atau menyuruh sehingga dia (Bharada E) mencabut kuasa (saya sebagai pengacara)," kata Deolipa kepada wartawan di kediamannya, Depok.

Deolipa mengklaim bisa membaca kode Bharada E itu. Disebutkan dalam kode itu, Bharada E berada dalam tekanan sehingga mencabut kuasa terhadap dirinya.

"Karena dia ngasih kode nih ke saya, dia sampaikan, dia memberi kode, 'Bang Deoli, ini saya di bawah tekanan'," imbuhnya.

Lebih lanjut, Deolipa menyebut ada kesepakatan dengan Bharada E terkait teknik penandatanganan. Deolipa mengklaim kesepatan dengan Bharada E itu terkait 'nyanyian kode' dalam teknik penandatanganan sebuah surat.

"Nyanyian kode itu adalah setiap lu tanda tangan surat atau apa pun juga, lu harus tulis tanggal sama jam di samping tanda tangan atau di atas, baik surat itu bermeterai atau tidak," jelasnya.

Selanjutnya, Deolipa memperlihatkan surat pencabutan kuasa yang ditandatangani oleh Eliezer, tanpa keterangan tanggal dan jam.

"Surat pencabutan kuasa Richard ke saya, ini yang terakhir kan, nggak ada tanggal sama jam, yang diketik ini," ungkapnya.

Ada Sosok Jenderal

Ternyata 'nyanyian' Deolipa tak cukup sampai di situ. Dia bahkan menyebut ada sosok 'jenderal' yang membuat Bharada E mencabut kuasa. Dia lalu memamerkan kertas-kertas dengan gambar tangkapan layar percakapan WhatsApp.

"Nggak tahu saya (sosok jenderal yang membuat Bharada E cabut kuasanya), 'siap Jenderal', (berarti) jenderal, dong," kata dia kepada wartawan di Depok, Jawa Barat (Jabar), pada Sabtu (13/8).

Dalam gambar tangkapan layar yang dicetak besar di kertas HVS oleh Deolipa dan Boerhanuddin, tampak ada pesan yang diteruskan. Pesan diduga diketik oleh sosok 'jenderal', yang intinya keberatan terhadap sikap Deolipa, yang terlalu membuka informasi ke publik. Si 'jenderal' juga mengatakan informasi yang Deolipa sampaikan ke publik bertolak belakang dengan BAP Bharada E.

Deolipa lalu mengaku sempat dipanggil oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Deolipa diminta mengundurkan diri sebagai kuasa hukum Bharada E.

Klaim-klaim itu kini ditepis mentah-mentah oleh pengacara baru Bharada E. Baca di halaman selanjutnya>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT