ADVERTISEMENT

HUT RI ke-77, CT ARSA Berbagi Kebagian ke Warga Pulau Terluar di Banten

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Minggu, 14 Agu 2022 19:01 WIB
Pembagian sembako oleh CT ARSA Foundation ke nelayan dan warga di Pulau Sangiang, Banten (Foto: Bahtiar Rifai/detikcom)
Foto: Pembagian sembako oleh CT ARSA Foundation ke nelayan dan warga di Pulau Sangiang, Banten (Foto: Bahtiar Rifai/detikcom)
Serang -

Untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-77, CT ARSA Foundation dan Bank Mega melakukan kolaborasi bakti sosial ke masyarakat terpencil terluar di Provinsi Banten. Kolaborasi dilakukan bersama Pangkalan TNI Angkatan Laut Banten.

Kolaborasi ini dilakukan untuk mendukung warga di Pulau Sangiang, Kabupaten Serang. Kegiatan berbagi kebaikan ini dilakukan untuk memutus mata rantai kemiskinan di wilayah pelosok.

"CT Arsa Foundation kolaborasi dengan Lanal Banten dan Bank Mega, di saat hari kemerdekaan kita bergerak melakukan bakti sosial di Pulau Sangiang. Kita memang memiliki visi misi memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan dak kesehatan optimal," kata General Manager CT ARSA Foundation Gatut Mukti di Serang, Banten, Minggu (14/8/2022).

Kolaborasi berbagi kebagian ini juga didampingi oleh Pj Gubernur Banten Al Muktabar, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian, dan Danlanal Banten Letkol Laut (P) Dedi Komarudin.

Perjalanan berbagi kebaikan ini dilakukan mulai dari Mako Lanal Banten di Merak. Perjalanan menggunakan KRI Siwar menuju Pulau Sangiang.

KRI Siwar sempat turun jangkar di sekitar laut Merak untuk berbagi kebaikan dengan berbagi sembako untuk para nelayan di sekitar. Para nelayan mendatangi KRI Siwar dan diberikan bendera merah putih oleh Pj Gubernur, wali kota Cilegon dan Danlanal Banten untuk memperingati 77 tahun Indonesia Merdeka.

"CT Arsa tidak mungkin bergerak sendiri, kita kerja sama dengan Lanal Banten dan Bank Mega," ujar

Kedatangan CT ARSA ke Pulau Sangiang ini bukan jadi yang terakhir. Ke depan, akan dilakukan program lanjutan misalnya pendidikan dan layanan kesehatan.

Apalagi, kata Gatut bahwa warga di Pulau Sangiang yang berjumlah tidak lebih dari 50 kepala keluarga tinggal di daerah yang termasuk pelosok. Pendidikan siswa harus ditempuh keluar pulau dengan perjalanan beberapa jam.

"Jadi, CT ARSA bergerak, kita lihat apa yang harus kita lakukan kedepannya, sampai ini menjadi sebuah percontohan dan keberhasilan sebuah wilayah," ujarnya.

Simak juga 'Kirab Bendera Merah Putih 2.510 Meter di Jambi Pecahkan Rekor Muri':

[Gambas:Video 20detik]



(rdp/rdp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT