ADVERTISEMENT

Jampidum: Rumah Restorative Justice Jadi Tempat Warga Sampaikan Masalah Hukum

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 14 Agu 2022 17:51 WIB
Jampidum Fadil Zumhana (dok. Kejagung)
Jampidum Fadil Zumhana (dok. Kejagung)
Jakarta -

Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana mengatakan Rumah Restorative Justice hadir untuk menjadi wadah bagi masyarakat bertemu dengan aparat penegak hukum. Di Rumah Restorative Justice, kata Fadil, masyarakat bisa menyampaikan permasalahan hukum yang dialami dan bertanya langsung kepada jaksa.

"Keberadaan Rumah Restorative Justice ini adalah untuk menjadi wadah bagi masyarakat untuk bertemu dengan aparat penegak hukum dalam hal ini yaitu jaksa. Rumah Restorative Justice juga merupakan tempat masyarakat menyampaikan problematik yang terjadi serta bermanfaat sebagai tempat masyarakat berkumpul dan sarana untuk mendekatkan jaksa dengan masyarakat sebagai bentuk kehadiran Negara," kata Fadil dalam keterangan pers tertulis, Minggu (14/8/2022).

Fadil mengatakan tujuan adanya Rumah Restorative Justice ini adalah menciptakan harmoni di masyarakat. Meski demikian, kata Fadil, tidak semua perkara bisa diselesaikan di Rumah Restorative Justice.

"Kalau ada salah satu pihak yang tidak mau didamaikan, tentu tidak bisa kita paksakan. Namun kita sebagai penegak hukum, tugasnya adalah memberi penyadaran tentang proses penegakan hukum di mana masalahnya bisa diselesaikan dan adanya kepastian hukum. Tujuan penegakan hukum tidak hanya kepastian, keadilan dan kemanfaatan, namun juga harus ada kedamaian," kata Fadil.

"Salah satu tujuan hukum adalah adanya kedamaian, coba bayangkan negara tanpa kedamaian, negara akan chaos. Oleh karenanya, kedamaian sangat penting dalam masyarakat, jadi Rumah Restorative Justice itu, tidak semua perkara bisa diselesaikan di sana. Adapun perkara yang bisa diselesaikan di Rumah Restorative Justice yaitu orang-orang yang mau kita ajak rembuk dan bermediasi untuk menyelesaikan masalah di masyarakat," sambungnya.

Fadil menerangkan hadirnya Rumah Restorative Justice ini juga untuk mencegah perkara naik ke pengadilan. Rumah Restorative Justice bisa digunakan untuk memediasi korban dan pelaku agar terjadi kesepakatan damai.

"Di pengadilan itu, masih ada salah satu pihak yang merasa tidak puas dan tidak adil. Sesungguhnya keadilan itu adalah keadilan substansi artinya keadilan yang bisa dirasakan oleh setiap pihak dan oleh karenanya kita harus mengejar substansi keadilan itu. Keadilan yang harus diperoleh di Indonesia adalah keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia dan keadilan yang bisa menimbulkan dampak positif secara luas dan sosial," ujarnya.

Fadil mengatakan Rumah Restorative Justice adalah tempat masyarakat menyampaikan aspirasi khususnya terkait permasalahan hukum. Dengan begitu, kata Fadil, masyarakat dapat merasakan kehadiran negara di tingkat desa dan kelurahan di seluruh Indonesia yang memiliki Rumah Restorative Justice.

"Jadi, kehadiran jaksa di setiap desa adalah dalam rangka menghadirkan negara dalam setiap permasalahan masyarakat guna membina proses penegakan hukum serta kesadaran hukum masyarakat sehingga tidak lagi melakukan pelanggaran hukum. Rumah Restorative Justice membawa dampak positif dan kalau kita lihat, bagaimana ketika banyak Rumah Restorative Justice dikunjungi masyarakat dan menjadi tempat untuk bertanya sehingga pelanggaran hukum semakin kecil," ungkapnya.

Fadil menyampaikan Jaksa Agung ST Burhanuddin berpesan agar Rumah Restorative Justice ini dapat bekerja efektif dan turut serta aktif mendorong peran serta masyarakat dalam proses penegakan hukum dan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat agar tidak terjadi pelanggaran.

Simak juga 'Laporan ke Penyunting Wikipedia Irjen Fadil Imran Dicabut':

[Gambas:Video 20detik]



(whn/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT