Terapkan Pembatasan di Tebet Eco Park, Pemkot Bakal Pasang Stiker Kendaraan

ADVERTISEMENT

Terapkan Pembatasan di Tebet Eco Park, Pemkot Bakal Pasang Stiker Kendaraan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 14 Agu 2022 14:15 WIB
Suasana Tebet Eco Park Minggu (14/8/2022). (Hanafi/detikcom)
Suasana Tebet Eco Park Minggu (14/8/2022). (Hanafi/detikcom)
Jakarta -

Camat Tebet Dyan Airlangga mengatakan jumlah kendaraan yang memasuki kawasan Tebet Eco Park akan dibatasi menggunakan aplikasi digital. Nantinya, hanya warga sekitar yang bisa melewati kawasan sekitar taman saat penerapan low emission zone (LEZ) di akhir pekan.

Dyan menjelaskan pihaknya telah mendata kendaraan milik warga sekitar dan memasukkannya ke dalam stiker digital. Warga kemudian diberikan stiker untuk ditempelkan pada kendaraan masing-masing.

"Setiap weekend kita menerapkan LEZ di lokasi Tebet Eco Park supaya maksimal fungsinya untuk mencegah polusi," kata Dyan saat dikonfirmasi, Minggu (14/8/2022).

"Dishub sudah siapkan aplikasi, kemudian warga di sekitaran Tebet Eco Park sudah kita data mereka ada stiker di sana dan data kendaraannya sudah masuk di aplikasi," sambungnya.

Petugas dapat melakukan pemindaian melalui stiker untuk mengetahui data kendaraan milik warga. Sedangkan kendaraan yang tak terdaftar dalam sistem tak diperkenankan melintas di lokasi.

"Jadi kita tinggal scan saja, oh mobil ini memang warga. Nanti kelihatan di aplikasi juga di stiker," ujarnya.

Dyan menyampaikan sejauh ini sudah ada 400 kendaraan roda empat yang terdata dalam sistem digital. Sampai saat ini, kata dia, pihaknya masih terus melakukan pendataan sehingga jumlahnya bisa bertambah.

"Kalau tidak salah mobil ada 400, tapi ini dinamis dan kita terus mendata kurang lebih mobil 400," terangnya.

Sebagaimana diketahui, kawasan Tebet Eco Park ditetapkan sebagai zona emisi rendah. Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan (Jaksel) menyiapkan lima lokasi parkir bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Lokasinya berada di lahan Sarana Jaya, SMPN 73 Jakarta, Gedung Graha Pratama, gedung Wisma Pede, dan pom bensin SPBU 31-128," kata Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Susilo Dewanto seperti dilansir Antara, Jumat (22/7).

Dia mengatakan penyediaan lokasi parkir ini untuk menjawab keresahan masyarakat yang mengeluhkan kurangnya lahan parkir saat mengunjungi taman hijau tersebut.

Lokasi parkir di lahan Sarana Jaya saat ini masih dalam proses pengerjaan. Rencananya lahan ini berkapasitas 102 mobil dan 335 motor.

Sedangkan di SMPN 73 Jakarta dapat memuat 50 mobil dan 200 motor. Gedung Graha Pratama memiliki kapasitas 100 mobil dan 150 motor.

Untuk mobil, tarif parkirnya Rp 5.000 di jam pertama dan Rp 4.000 di jam selanjutnya. Sedangkan tarif untuk sepeda motor adalah Rp 2.000 di jam pertama dan Rp 2.000 di jam selanjutnya.

Kemudian, gedung Wisma Pede dapat menampung 100 mobil dan 150 motor dengan tarif progresif Rp 5.000 di jam pertama dan Rp 4.000 di jam selanjutnya untuk mobil. Sedangkan untuk motor, tarifnya Rp 2.000 di jam pertama dan Rp 2.000 di jam selanjutnya.

Sementara itu, di pompa bensin SPBU 31-128, disediakan kapasitas parkir untuk 20 mobil dan 50 motor. Tarif parkir mobil diberlakukan tarif progresif Rp 5.000 di jam pertama dan Rp 4.000 di jam selanjutnya. Dan untuk motor tarifnya Rp 2.000 di jam pertama dan Rp 2.000 di jam selanjutnya.

Simak Video 'Tebet Eco Park Dibuka Lagi Besok, Ini Aturan Masuknya':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/whn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT