ADVERTISEMENT

Pengacara Yoshua Bicara Alasan Belum Bisa Percaya Perlindungan LPSK

Arief Ikhsanudin - detikNews
Minggu, 14 Agu 2022 06:15 WIB
Kuasa hukum Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak memegang foto Brigadir J, didampingi oleh kuasa hukum lain, dan keluarga Brigadir J.
Kuasa hukum Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak, memegang foto Brigadir J, didampingi oleh kuasa hukum lain dan keluarga Brigadir J. (dok. pribadi)
Jakarta -

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyinggung sikap kuasa hukum Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J yang membuat komunikasi dengan keluarga Brigadir J terhalang. Kuasa hukum Brigadir J menyebut mereka belum bisa mempercayakan perlindungan kepada LPSK.

"Sikap kami selaku kuasa hukum almarhum Brigadir J mengenai penawaran perlindungan terhadap keluarga almarhum yang ditawarkan oleh LPSK, kami masih pada komitmen bahwa atas dasar pengalaman historis Firma Hukum Victoria dengan LPSK, untuk saat ini belum bisa mempercayakan keluarga korban untuk dilindungi oleh LPSK," ucap kuasa hukum keluarga, Martin Lukas Simanjuntak, saat dihubungi, Sabtu (13/8/2022).

Martin tidak mau menjelaskan pengalaman apa yang dimaksud. Pihaknya akan menerima perlindungan jika tawaran itu datang dari TNI.

"Jika negara dapat memberikan perlakuan khusus dengan memberikan alternatif perlindungan oleh Tentara Nasional Indonesia, baik dari angkatan darat, laut, maupun udara, kami selaku kuasa hukum akan dengan senang hati untuk menjadi jembatan agar proses perlindungan dapat segera direalisasikan kepada saksi-saksi dan juga keluarga korban," katanya.

Kemudian, terkait biaya restitusi yang bisa didapat oleh keluarga korban, Martin mengatakan tidak membutuhkan itu.

"Terkait restitusi, uang atau penggantian rugi dalam wujud apa pun yang dibebankan kepada pelaku, tidak dapat menghidupkan kembali nyawa almarhum Brigadir J yang sudah tewas secara sadis dan mengenaskan," katanya.

Baginya, yang dibutuhkan oleh keluarga adalah pemulihan nama baik Brigadir J. Selain itu, seperti yang sebelumnya disampaikan, kuasa hukum berharap Brigadir J menjadi pahlawan.

"Yang kami (keluarga) butuhkan saat ini adalah agar Yang Terhormat Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. H. Joko Widodo dan Kepolisian Republik Indonesia segera memulihkan nama baik almarhum Nofriansyah Yoshua Hutabarat dan keluarga, memberikan kompensasi kepada keluarga, mengangkat dan menetapkan almarhum Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat sebagai Pahlawan Reformasi Kepolisian, dan yang terakhir memberikan keadilan yang seadil-adilnya melalui proses penegakan Hukum yang profesional, transparan, akuntabel, dan berkeadilan," ucapnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan juga ''Nyanyian' Deolipa di Balik Pencopotannya: Ada 'Jenderal'-Eliezer Ditekan':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT