ADVERTISEMENT

Polisi soal Pelecehan ke Istri Ferdy Sambo: Kalaupun Ada, di Magelang

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 12 Agu 2022 21:40 WIB
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi (Rizky AM/detikcom)
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi (Rizky AM/detikcom)
Jakarta -

Polri menyetop penanganan kasus dugaan pelecehan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Polri pun menjelaskan soal dugaan pelecehan seksual yang sebelumnya diklaim Irjen Ferdy Sambo sebagai motifnya mengotaki pembunuhan Brigadir J itu.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menjelaskan, dugaan pelecehan seksual yang laporannya sudah dihentikan itu dilaporkan terjadi di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Kendati demikian, dia tidak menutup kemungkinan adanya dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Magelang.

"Ini kan sudah terjawab di LP yang 340 ya. Kalau kita pun mengatakan ada motif terkait dengan kasus ini, ini kan terjadinya di Magelang, bukan di Duren Tiga," kata Andi dalam jumpa pers di Bareskrim, Jakarta, Jumat (12/8/2022).

Andi menjelaskan, dengan penyetopan laporan itu, hal tersebut secara serta-merta menjawab bahwa kasus dugaan pelecehan oleh Brigadir J terhadap Putri di Duren Tiga tidak terjadi.

"Dengan terungkapnya LP yg ditangani Bareskrim terkait dengan korban Yhosua, ini dengan sendirinya menjawab fakta bahwa LP yang dua itu tidak ada," tuturnya.

Dua Laporan Dihentikan

Bareskrim Polri telah menghentikan dua laporan polisi dengan terlapor Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Dua laporan tersebut dihentikan lataran tidak ditemukan unsur pidana.

Dua laporan yang dihentikan adalah:

LPA Nomor 368AVII/2022 SPKT Polres Metro Jakarta Selatan Tanggal 8 Juli 2022 tentang tindak pidana dugaan percobaan pembunuhan. Pelapor Briptu Martin G atau anggota Polres Metro Jakarta Selatan, korban Bharada Richard Eliezer dengan terlapor Brigadir Yoshua.

LPB Nomor 1630VII/2022SPKT Polres Metro Jakarta Selatan Polda Metro Jaya pada 9 Juli 2022 tentang kejahatan terhadap kesopanan dan perbuatan memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan dan atau kekerasan seksual. Pelapor dan korban Putri Candrawathi dengan terlapor Brigadir Yoshua.

"Berdasarkan hasil gelar perkara tadi sore, kedua perkara ini kita hentikan penyidikannya karena tidak ditemukan peristiwa pidana," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (12/8).

Andi menegaskan dua laporan polisi tersebut bukan merupakan peristiwa pidana. Penghentian perkara diputuskan melalui gelar perkara yang dipimpin langsung oleh Kabareskrim Komjen Ahus Andrianto sore tadi.

"Bukan merupakan peristiwa pidana, sebagaimana rekan-rekan ketahui bahwa saat ini juga Bareskrim menangani LP terkait dugaan pembunuhan berencana dengan korban almarhum Brigadir J. Oleh karena itu, berdasarkan hasil gelar tadi saya sampaikan perkara ini dihentikan penanganannya," ujarnya.

(mae/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT