ADVERTISEMENT

Kejagung Tunjuk 30 Jaksa Kawal Kasus Pembunuhan Brigadir J

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 12 Agu 2022 20:21 WIB
Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana
Foto: Kapuspenkum Kejagung, Ketut Sumedana (dok. Kejagung)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) 4 tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J yakni Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer (RE), Brigadir Ricky Rizal (RR), dan Kuat Ma'ruf (KM). Ada 30 jaksa yang akan ditunjuk untuk mengawal perkara tersebut.

"SPDP sudah masuk ke Jampidum sudah ditunjuk 30 jaksa penuntut umum untuk menangani perkara tersebut," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana kepada wartawan, Jumat (12/8/2022).

Kejagung juga sudah mengeluarkan surat penunjukan kepada 30 jaksa penuntut umum itu. Ketut memastikan jaksa penuntut umum akan bersikap profesional.

"Dan sekaligus sudah mengeluarkan penunjukan jaksa penuntut umum dalam perkara dimaksud. Tentu dalam penanganan perkara apa pun jaksa penuntut umum tanpa diminta dan disuruh harus profesional," kata Ketut.

Ferdy Sambo Perintahkan Bharada E Tembak Brigadir J

Dalam kasus ini, Bharada E diperintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J. Selain memerintah, mantan Kadiv Propam itu diduga merekayasa kronologi kasus pembunuhan seolah-olah terjadi baku tembak antara Bahrada E dengan Brigadir J di rumah dinasnya.

Sementara Bripka RR dan KM berperan ikut membantu dan menyaksikan penembakan Bharada E terhadap korban. Mereka dijerat pasal pembunuhan berencana subsider pasal pembunuhan.

Ferdy Sambo telah ditahan di Mako Brimob. Pada Kamis kemarin (11/8), dia diperiksa pertama kali setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir J. Saat diambil berita acara pemeriksaan (BAP), Sambo mengaku merencanakan pembunuhan karena Brigadir J melakukan hal yang mencoreng martabat keluarga.

Simak Video: Komnas HAM: Ada Percakapan di Rumah Sambo yang Pengaruhi Peristiwa di TKP

[Gambas:Video 20detik]




(whn/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT