Umur Singkat Pengacara Nyentrik Bela Bharada E, Sempat Disentil Kabareskrim

ADVERTISEMENT

Umur Singkat Pengacara Nyentrik Bela Bharada E, Sempat Disentil Kabareskrim

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 12 Agu 2022 11:35 WIB
Pengacara Bharada E datangi LPSK (Dwi-detikcom)
Foto: Pengacara Bharada E datangi LPSK (Dwi-detikcom)
Jakarta -

Kabar Deolipa Yumara dan M Boerhanuddin tak lagi menjadi pengacara Bharada Richard Eliezer (RE atau E) dibenarkan Polri. Sudah dua kali Bharada E ditinggal kuasa hukum.

Usia Deolipa dan Boerhanuddin menjadi pengacara Bharada E terhitung begitu singkat. Keduanya mendampingi Bharada E selama 5 hari.

Bharada E memberikan surat kuasa kepada Deolipa dan Boerhanuddin per Sabtu (6/8). Kuasa atas keduanya dicabut per Rabu (10/8).

Kabar Deolipa dan Boerhanuddin tak lagi menjadi pengacara Bharada E berawal dari beredarnya surat pencabutan kuasa. Kabar itu dibenarkan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi.

"Iya, betul," kata Andi saat dimintai konfirmasi, Jumat (12/8/2022). Andi menjawab pertanyaan terkait benar atau tidaknya surat pencabutan kuasa oleh Bharada E itu.

Andi mengatakan pencabutan merupakan wewenang Bharada E. Dia tak memberikan alasan detail terkait pencabutan kuasa ini.

Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). Kedatangan Bharada E tersebut untuk dimintai keterangan terkait insiden baku tembak dengan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J  yang terjadi pada Jumat (8/7) lalu di rumah dinas Kepala Divisi Propam Polri nonaktif Irjen Pol. Ferdy Sambo. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym.Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). (Antara Foto/M Risyal Hidayat)

"Dengan ini saya selaku pemberi kuasa menyatakan mencabut kuasa tersebut terhitung sejak tanggal surat ini ditandatangani," tulis Bharada E dalam surat tersebut.

"Surat pencabutan ini, saya buat dalam keadaan sadar dan tanpa ada paksaan dari pihak mana pun. Demikian surat pencabutan kuasa ini untuk digunakan sebagaimana mestinya," tulisnya.

Deolipa Sempat Membantah

Deolipa sempat membantah kabar Bharada E telah mencabut pemberian kuasa kepadanya. Dia menyebut kabar dirinya mundur menjadi pengacara Bharada E tidak benar.

"Belum ada," kata Deolipa saat dimintai konfirmasi, Kamis (11/8).

Dia juga mengatakan belum bertemu kembali dengan Bharada E hari ini. "Nggak, lah wong ga pernah ketemu Bharada E hari ini," jelasnya.

Deolipa dan Boerhanuddin menjadi pengacara Bharada E setelah pengacara sebelumnya, Andreas Nahot Silitonga, mengundurkan diri pada Sabtu (6/8) siang lalu. Pada malam harinya, Deolipa dan Boerhanuddin mendatangi Bareskrim dan bertemu Bharada E.

Setelah itu, mereka memperkenalkan diri sebagai penasihat hukum Bharada E. Belakangan diketahui, Deolipa dan Boerhanuddin ditunjuk penyidik Bareskrim untuk mendampingi Bharada E.

Kontroversi Deolipa dan Boerhanuddin Bela Bharada E

Kehadiran Deolipa dan Boerhanuddin sebagai pengacara Bharada E sempat memicu kontroversi. Keduanya membuat sejumlah pernyataan terbaru terkait tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

Simak video 'Komnas HAM Bakal Periksa Ferdy Sambo-Bharada E di Mako Brimob':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT