ADVERTISEMENT

Sambo Akhirnya Ngaku, LPSK Sudah Duga Kebohongan Sejak Awal

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 12 Agu 2022 10:34 WIB
Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo
Irjen Ferdy Sambo (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Irjen Ferdy Sambo menyampaikan permohonan maaf karena tidak jujur dalam kasus tewasnya Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengatakan sudah menduga adanya kebohongan sejak awal kasus disampaikan.

"Ya, kita yang belajar hukum, tiap hari ketemu kasus, pasti bisa baca itu yang ganjil dan janggal, itu bisa terlihat. Tapi kita kan nggak mau mendahului proses," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu saat dihubungi, Jumat (12/8/2022).

Edwin menyebut rekayasa itu sudah terlihat sejak awal. Menurutnya, terdapat dua dugaan dan satu fakta bahwa Brigadir Yoshua meninggal.

"Dua dugaan itu pencabulan dan percobaan pembunuhan kalau kita ngomong TKP Duren Tiga tanggal 8 Juli. Satu fakta yang tak terbantahkan adalah pembunuhan," katanya.

"Pencabulan itu, yang membuat LP adalah Ibu P (Istri Ferdy Sambo). Tapi percobaan pembunuhan yang membuat LP adalah polisi LP (tipe) A. Yang menjadi aneh dari keberadaan dua LP itu mengapa polisi tidak menerbitkan LP A untuk pembunuhan, padahal pembunuhan itu adalah fakta bahwa Yoshua mati ditembak, itu pembunuhan fakta. LP polisi sejak awal bisa inisiatif untuk buat LP A, tapi nggak ada yang buat," katanya.

Dua laporan polisi yang diusut di awal disebut pelakunya adalah almarhum Yoshua. Padahal, menurut Edwin, pembunuhan adalah kasus kriminalitas paling tinggi.

"Dari proses ini yang ganjil dan janggal, di awal tidak ada LP tentang pembunuhan Yoshua, tapi kok dilakukan autopsi terhadap Yoshua. Kalau Yoshua itu pelaku, ngapain diautopsi. Kan autopsi itu secara hukum untuk membuktikan tentang penyebab kematian si korban dan autopsi itu atas permintaan penyidik. Artinya, autopsi sesuatu tindakan pro justitia dan dilakukan untuk membuktikan kenapa nih orang mati," katanya.

Wakil Ketua LPSK, Edwin PartogiWakil Ketua LPSK Edwin Partogi (Dwi Rahmawati/detikcom)

Minta Maaf kepada Kapolri Karena Bohong

Sebelumnya, Ferdy Sambo mengatakan sebagai kepala keluarga hanya berniat menjaga dan melindungi marwah dan kehormatan keluarganya. Sambo juga meminta maaf kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kuasa hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis, membacakan permintaan maaf Ferdy Sambo melalui ponselnya. Hal itu disampaikan Arman saat ditemui di rumah pribadi Ferdy Sambo, Jl Saguling III, Duren Tiga, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (11/8/2022).

"Kepada institusi yang saya banggakan, Polri, dan khususnya kepada Bapak Kapolri yang sangat saya hormati, saya memohon maaf dan secara khusus kepada sejawat Polri yang memperoleh dampak langsung dari kasus ini, saya memohon maaf. Sekali lagi saya memohon maaf akibat timbulnya beragam penafsiran serta penyampaian informasi yang tidak jujur dan mencederai kepercayaan publik kepada institusi Polri," katanya.

"Izinkan saya bertanggung jawab atas segala perbuatan yang telah saya perbuat sesuai hukum yang berlaku," sambungnya.

Simak video 'Sambo Akui Rencanakan Pembunuhan dengan Bharada E dan Bripka RR':

[Gambas:Video 20detik]



Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT