ADVERTISEMENT

Perwira Terbaru yang Dikurung Terkait Kasus Sambo: Wadirkrimum Polda Metro!

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 12 Agu 2022 10:18 WIB
Sejumlah anggota Brimob bersenjata lengkap mendatangi rumah eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Sejumlah anggota Propam Polri dan Inafis juga datang. (Nahda RU/detikcom)
Rumah eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dipasangi garis polisi. (Nahda RU/detikcom)
Jakarta -

Polri tidak berhenti setelah menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka utama pembunuhan Brigadir Yoshua Hutabarat. Semua personel yang terlibat diburu dan ditindak.

Terbaru, ada satu perwira menengah (pamen) dari Polda Metro Jaya yang ditindak. Anak buah Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran itu langsung dikurung di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, setelah diperiksa terkait pelanggaran etik.

"Dari hasil pemeriksaan hari ini telah selesai, selesai pemeriksaan langsung ditempatkan di tempat khusus di Mako Brimob. Berarti sudah dikirim, sore hari ini ya. Pangkat AKBP, sudah dikirim langsung ke Mako Brimob," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mako Brimob, Kamis (11/8).

Dedi tidak menyebut siapa pamen Polda Metro Jaya yang dikurung di Mako Brimob tersebut. Namun, dari informasi yang diterima detikcom dari sumber tepercaya, pamen tersebut adalah Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Jerry Raymond Siagian.

AKBP Jerry Siagian menjadi nama ke-32 yang diperiksa karena melakukan pelanggaran etik dalam kasus tewasnya Brigadir Yoshua.

Diketahui, sebelumnya ada 31 personel Polri yang diperiksa intensif karena terlibat dan melakukan pelanggaran etik terkait kasus tewasnya Brigadir Yoshua Hutabarat. Dedi mengatakan Polri akan menyelidiki apakah para polisi yang diperiksa ini melanggar pidana atau tidak.

"Untuk update lebih lanjut, dari Irsus tetap melakukan pemeriksaan berbagai macam dari saksi lainnya ini masih pemeriksaan. Apabila diketemukan pelanggaran pidananya, nanti akan diserahkan Pak Dirpirdum. Dirpidum akan proses sesuai dengan pelanggaran maupun pidana para terperiksa yang dilakukan Irsus tersebut," ujar Dedi.

Insiden tewasnya Brigadir J terjadi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel), Jumat (8/7/2022). Kasus ini awalnya disebut sebagai tembak-menembak. Belakangan terungkap, tembak-menembak itu direkayasa oleh Sambo.

Dalam kasus ini, Polri telah menetapkan empat orang tersangka. Pertama adalah eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Sambo diduga menjadi otak pembunuhan terhadap Brigadir J pada Jumat (8/7).

Selain itu, dua ajudan dan seorang sopir menjadi tersangka dalam kasus ini. Mereka ialah Bharada Richard Eliezer (RE), Brigadir Ricky Rizal (RR), dan Kuat (KM).

Polisi menyebut Sambo diduga menjadi mastermind dalam kasus ini dengan peran memerintah Bharada E menembak Brigadir J. Sementara itu, Bripka RR dan KM berperan ikut membantu dan menyaksikan penembakan Bharada E terhadap korban.

Simak video '3 Hal Penting Terungkap usai Sambo Diperiksa 7 Jam':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT