ADVERTISEMENT

Peternak di Boyolali Sulap Kotoran Sapi Jadi Biogas untuk Masak

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Jumat, 12 Agu 2022 08:55 WIB
Pertamina
Foto: dok. Pertamina
Jakarta -

Kelompok Tani Ternak JSN Cengkir Gading di Dukuh Padokan, Desa Sawahan, Ngemplak, Kabupaten Boyolali dilatih untuk mengolah kotoran sapi menjadi biogas sebagai bahan bakar memasak. Pelatihan diberikan oleh PT Pertamina melalui program Desa Energi Berdikari.

Dengan adanya pelatihan pada Selasa (9/8) diharapkan ekonomi masyarakat dapat meningkat sekaligus mendorong kemandirian energi desa berbasis energi bersih dan ramah lingkungan.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho mengungkapkan program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar lokasi operasi Pertamina, khususnya Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Adi Sumarmo yang berada di Kabupaten Boyolali.

"Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kami ingin menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang ada di sekitar lokasi operasi kami sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupan dan ekonominya. Salah satunya kepada kelompok tani ternak yang kami bina melalui program CSR," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/8/2022).

Brasto menjelaskan pihaknya bersama kelompok ternak sapi tersebut telah mengembangkan inovasi energi baru terbarukan dengan memanfaatkan kotoran sapi sebagai biogas untuk bahan bakar memasak.

"Sebelumnya bahan bakar biogas hanya mereka operasikan di lokasi ternak saja. Namun saat ini kami memberikan pelatihan bagaimana biogas yang dihasilkan dapat dimasukkan ke dalam suatu wadah agar bisa digunakan di rumah masing-masing untuk memasak, yaitu dengan memanfaatkan bekas ban mobil truk yang tidak terpakai," terangnya.

Selain memberikan dampak perbaikan kualitas lingkungan, dia menilai pemanfaatan bahan bakar biogas tersebut juga menjadi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

"Selain bahan bakar yang lebih ramah lingkungan juga menciptakan penghematan biaya kebutuhan rumah tangga yang semula dibutuhkan untuk membeli bahan bakar untuk memasak," tuturnya.

Brasto menambahkan upaya yang dijalankan dalam program ini untuk menghadirkan energi bersih dan peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan juga merupakan wujud penerapan komitmen ESG (Environment, Social, Governance) yang dijalankan Pertamina.

"Selain itu program ini juga ikut berkontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya pada poin 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), poin 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim)," katanya.

Di sisi lain, Ketua Kelompok Tani JSN Cengkir Gading Suranto mengungkapkan selama setahun terakhir kelompoknya mampu memperoleh penghematan dari penggunaan biogas untuk kebutuhan operasional peternakan setidaknya Rp 144 ribu setiap bulan.

"Ke depan setidaknya 42 anggota kelompok kami akan mulai memanfaatkan biogas ini untuk kebutuhan di rumah tangga kami masing-masing," jelasnya.

Dia pun menyampaikan apresiasi atas inovasi biogas dari Pertamina yang dapat dikembangkan di peternakannya.

"Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Pertamina atas pelatihan dan bantuan yang kami terima, dengan ini kami dapat menerima tambahan pendapatan melalui penghematan bahan bakar, tidak hanya untuk operasional peternakan tapi juga untuk rumah tangga kami masing-masing," pungkas Suranto.

Lihat juga video 'Pria di Bali Sulap Sampah Rumah Tangga Jadi Pupuk':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT