#77PortraitAnakBangsa

Wanita Ini Sulap Pelepah Pinang Jadi Kemasan Makanan Ramah Lingkungan

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 13:58 WIB
Almira Zulfikar Founder Plepah
Shot on OPPO Reno8 Pro 5G. Foto: Dok OPPO
Jakarta -

Banyak orang kini mulai menyadari pentingnya gaya hidup ramah lingkungan (eco-friendly) untuk menjaga keberlangsungan bumi di masa depan. Salah satunya anak muda Tanah Air, Almira Zulfikar yang membuat terobosan baru dengan menghadirkan solusi sampah plastik berupa kemasan makanan ramah lingkungan dari pelepah pinang.

Di masa studinya, perempuan lulusan Magister Desain Institut Teknologi Bandung ini sempat fokus mengeksplorasi bahan limbah untuk desain produksi yang lebih berkelanjutan. Hingga akhirnya menjadi Founder sekaligus COO Plepah bersama kedua teman lainnya. Lewat Plepah, ia menghadirkan inovasi kemasan biodegradable yang terbuat dari bahan limbah pertanian yang melimpah di Indonesia dalam bentuk food container dan piring.

Pelepah pinang dipilih sebagai material utama produk kemasan biodegradable ini karena kesediaannya yang dianggap melimpah. Terlebih di wilayah Sumatera sehingga Plepah memiliki wilayah Musi Banyuasin sebagai tempat produksi. Material pelepah dikembangkan tanpa menggunakan campuran kimia sama sekali, akan tetapi bisa digunakan dalam jangka panjang bahkan bisa menahan panas hingga 200 derajat Celcius. Kemasan ini pun dapat langsung hancur terurai dalam tanah 60 hari sejak dibuang, sehingga limbahnya tidak akan menumpuk bertahun-tahun seperti plastik.

Untuk mengumpulkan bahan ramah lingkungan ini, Almira juga turut memberdayakan para petani kecil guna memperkuat mata pencaharian mereka. Misalnya, dengan petani di Musi Banyuasin dan Jambi. Ia berupaya mendorong para petani untuk berinovasi dengan komoditas yang dekat dengan para petani sehingga wawasan dan keterampilan petani pun bisa bertambah.

Inovasi Almira bersama Plepah tak berhenti di riset dan inovasi produk saja, tapi ia bersama para rekannya juga membuat sendiri mesin pencetak pelepah pinang untuk menjadi wadah makanan. Mesin pencetak ini dirancang dan disesuaikan dengan kapasitas yang tersedia di tempat produksi, Musi Banyuasin. Dengan hadirnya mesin ini, Almira juga mendorong para petani di sana agar bisa mengelola produksi sendiri sehingga tak bergantung pada teknisi dari kantor Jakarta atau ruang riset di Bandung.

Meski harga produk inovasi Plepah buatannya terbilang cukup mahal, namun Anda bisa turut berkontribusi untuk menjaga keberlangsungan bumi dengan mempraktikkan gaya hidup eco-friendly bersama Plepah.

(prf/ega)