ADVERTISEMENT

Sekap dan Perkosa ABG, Pemuda di Tangerang Ditangkap Polisi

Khairul Ma'rif - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 23:05 WIB
Poster
Ilustrasi pemerkosaan (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Polisi menangkap seorang pemuda berinisial FM (20), warga Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten. Pemuda itu ditangkap lantaran diduga melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap gadis yang baru berusia 16 tahun.

Kapolresta Tangerang Kombes Raden Romdhon Natakusuma mengatakan korban masih berstatus pelajar. Peristiwa pemerkosaan terjadi pada Jumat (5/8) di rumah tersangka.

"Korban Mawar (bukan nama asli) disekap, kemudian diberi minuman oleh FM (20) yang diduga memabukkan sehingga korban tidak sadarkan diri. Pada saat itulah tersangka melancarkan aksinya," kata Romdhon dalam keterangannya, Kamis (11/8/2022).

Romdhon menjelaskan awalnya korban diajak temannya sesama perempuan untuk mencari kontrakan. Setelah itu, keduanya berpisah di jalan dan korban bertemu dengan tersangka. FM merupakan teman dari teman lelaki korban.

"Kemudian korban diajak ke rumah tersangka dan dibawa ke dalam kamar. Korban menolak namun diancam akan dibunuh oleh tersangka. Korban pun kemudian dikurung di dalam kamar," ucapnya.

Romdhon menyebut korban dipaksa menenggak minuman hingga tak sadarkan diri lalu diperkosa oleh FM. Korban tidak langsung dibolehkan ke luar dari kamarnya. Korban baru dilepaskan atau diperbolehkan pulang keesokan harinya yakni Sabtu (6/8).

"Sementara di sisi lain, pihak keluarga terus mencari keberadaan korban karena tidak kunjung pulang," ujarnya.

Setelah keluarga terus melakukan pencarian, akhirnya korban ditemukan pihak keluarga di pinggir jalan di Desa Kemuning. Setibanya di rumah, korban dibiarkan untuk beristirahat. Sehari setelahnya, korban baru ditanyai oleh keluarga mengenai kejadian yang dialami dan menceritakan peristiwa yang dialaminya.

"Saat ditemukan, korban seperti orang linglung atau bingung. Oleh keluarga langsung dibawa pulang. Pihak keluarga pun langsung melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kresek. Petugas kami langsung melakukan visum, setelah itu mengejar tersangka," katanya.

Saat mendatangi rumah pelaku, FM ternyata sedang tidak berada di rumah. Namun, polisi terus melakukan pencarian termasuk menempatkan personel untuk mengawasi rumah FM.

"Senin, (8/8), tersangka akhirnya pulang ke rumahnya. Pada saat itulah petugas langsung menangkap tersangka. Kepada petugas, tersangka mengakui perbuatannya. Guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, tersangka dibawa ke Polsek Kresek," ucapnya.

Akibat dari perbuatannya, tersangka FM dijerat dengan Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Perlindungan Anak. FM terancam hukuman 15 tahun penjara.

(fas/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT