ADVERTISEMENT

Pengacara Sangsi Brigadir J Dibunuh Gegara Lukai Martabat Istri Sambo

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 22:03 WIB
Brigadir J dan Ferdy Sambo
Irjen Ferdy Sambo dan Brigadir J (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Irjen Ferdy Sambo mengaku merencanakan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J karena martabat istrinya, Putri Candrawathi, dilukai. Kuasa hukum Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak, sangsi akan alasan tersebut.

Martin ragu atas pernyataan dari Sambo karena kesaksian pertama soal adanya pelecehan seksual terhadap Putri pun akhirnya terbantahkan.

"Mereka pernah menyampaikan terjadi kekerasan di rumah dinas di Duren Tiga. Ada ancaman kekerasan seksual, dan tembak menembak. Ternyata tidak. Apa yang disampaikan di awal, setiap kata-kata tidak bisa lagi dipercaya orang karena sudah punya sejarah informasi salah," kata Martin saat dihubungi, Kamis (11/8/2022).

Kemudian, Martin pun berpegang pada pengakuan dari Bharada E atau Richard Eliezer yang menjadi salah satu tersangka. Dia mengungkit pernyataan Bharada E mengeksekusi Brigadir J atas perintah dari Ferdy Sambo.

"Bharada E, sebagai rekan Yoshua dari Magelang ke Jakarta sampaikan tidak ada kekerasan seksual. Kedua, tidak ada tembak-menembak, dan ketiga tidak tahu kenapa diperintah menembak," ucapnya.

"Dia hanya takut ditembak kalau tidak menembak. Kalau tahu konstruksi kasus (penghinaan martabat) pasti tahu alasan menembak," katanya.

Dia juga mempertanyakan, jika Brigadir J melukai martabat istri Sambo di Magelang, kenapa kliennya dieksekusi di Jakarta. Menurutnya, jika benar kliennya melukai martabat, sebaiknya dilaporkan ke polisi, bukan malah dibunuh.

"Terakhir, kalau melecehkan harkat martabat, kenapa nggak dilaporkan polisi? Kenapa harus mempertaruhkan karir? Terakhir, kenapa tidak dieksekusi di Magelang, kenapa harus di Jakarta?" katanya.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi (Rizky AM/detikcom)Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi (Rizky AM/detikcom)

Sambo Ngaku Marah Gegara Brigadir J Lukai Martabat Istrinya

Diketahui, Polri telah memeriksa Irjen Ferdy Sambo atas tewasnya Brigadir J hari ini. Dalam pemeriksaan itu, Ferdy Sambo mengaku marah dan emosi setelah mendapat laporan dari istrinya, Putri Candrawathi.

"Saya ingin menyampaikan satu hal bahwa di dalam keterangannya tersangka FS mengatakan bahwa dirinya menjadi marah dan emosi setelah mendapat laporan dari istrinya, PC," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi dalam jumpa pers, Kamis (11/8).

Simak video 'Tanda Tanya Motif Irjen Sambo Habisi Nyawa Brigadir Yoshua':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT