ADVERTISEMENT

Ferdy Sambo Minta Maaf Rekan Sejawat Polri Terseret Pusaran Kasusnya

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 21:54 WIB
Irjen Ferdy Sambo datang memenuhi panggilan pemeriksaan di Bareskrim Polri, Kamis (4/8/2022) Sambo diperiksa terkait dengan kasus penembakan yang dilakukan Bharada E yang menewaskan Brigadir J di rumah dinasnya.
Irjen Ferdy Sambo (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Setidaknya ada 31 polisi yang diperiksa oleh Irsus karena terseret skenario Irjen Ferdy Sambo dalam kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J. Untuk itu, Ferdy Sambo pun akhirnya meminta maaf.

Permintaan maaf Ferdy Sambo ini disampaikan oleh kuasa hukumnya, Arman Hanis, yang ditulis dalam ponselnya. Ferdy Sambo mengakui dirinya telah memberikan informasi yang tidak benar kepada publik.

"Izinkan saya sebagai manusia yang tidak lepas dari kekhilafan secara tulus meminta maaf dan memohon maaf sebesar-besarnya, khususnya kepada rekan sejawat Polri beserta keluarga serta masyarakat luas yang terdampak akibat perbuatan saya, yang memberikan informasi yang tidak benar serat memicu polemik dalam pusaran kasus di Duren Tiga yang menimpa saya dan keluarga." ujar Ferdy Sambo seperti yang ditirukan oleh Arman Hanis, di Jl Saguling III, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Kamis (11/8/2022).

Sambo mengatakan dirinya akan patuh terhadap proses hukum. Mantan Kadiv Propam Polri ini menegaskan dirinya akan mempertanggungjawabkan perbuatannya hingga ke pengadilan nanti.

"Saya akan patuh pada setiap proses hukum saat ini yang sedang berjalan dan nantinya di pengadilan akan saya pertanggungjawaban," katanya.

Sambo mengaku dirinya hanya berniat menjaga dan melindungi keluarganya.

"Saya adalah kepala keluarga dan murni niat saya untuk menjaga dan melindungi marwah dan kehormatan keluarga yang sangat saya cintai," ucapnya.

Minta Maaf ke Kapolri

Ferdy Sambo juga meminta maaf kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia meminta maaf karena telah menyampaikan informasi bohong yang membuat Polri kehilangan kepercayaan publik.

"Kepada institusi yang saya banggakan, Polri, dan khususnya kepada bapak Kapolri yang sangat saya hormati, saya memohon maaf dan secara khusus kepada sejawat Polri yang memperoleh dampak langsung dari kasus ini saya memohon maaf, sekali lagi saya memohon maaf akibat timbulnya beragam penafsiran serta penyampaian informasi yang tidak jujur dan mencederai kepercayaan publik kepada institusi Polri," katanya.

"Izinkan saya bertanggung jawab atas segala perbuatan yang telah saya perbuat sesuai hukum yang berlaku," sambungnya.

Baca di halaman selanjutnya: puluhan polisi terseret kasus Irjen Ferdy Sambo.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT