ADVERTISEMENT

Jelang Pemilu 2024, Bamsoet Buka Sekolah Saksi TPS Golkar di Jateng

Sukma Nur Fitriana - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 21:37 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan keberadaan saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pilkada Serentak 2024 merupakan salah satu kunci sukses bagi partai politik dalam memenangkan pemilu.

Menurutnya, kesiapan fisik dan mental setiap saksi, dimulai dari ketersediaan makanan hingga honorarium sebagai pengganti transport dan apresiasi kinerja nantinya harus dijaga dengan baik. Alasan tersebut menjadi dasar pemikiran Partai Golkar yang akhirnya membentuk sekolah untuk para saksi di Purbalingga, Jawa Tengah.

"Selain mengikuti pemilu legislatif dan presiden yang diselenggarakan secara serentak pada 14 Februari 2024, Purbalingga juga akan menyelenggarakan pilkada untuk memilih Bupati-Wakil Bupati pada 27 November 2024," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (11/8/2022).

Dia meminta Partai Golkar Purbalingga didukung dengan pusat, harus bekerja keras menggerakan mesin kepartaian agar bisa memenangkan Pemilu Legislatif dan Presiden sekaligus Pilkada Serentak 2024.

"Karenanya saksi dari Partai Golkar harus disiapkan sejak saat ini, karena akan menentukan legitimasi pemungutan dan penghitungan suara," imbuhnya usai menghadiri Pembukaan Sekolah Saksi Partai Golkar Purbalingga secara virtual.

Selain itu, tercatat pada Pemilu 2019 lalu jumlah pemilih pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Purbalingga mencapai 752.559 orang. Pada Pemilu 2024, diperkirakan DPT akan naik sebesar 49.843 orang (6,6%) menjadi 802.393 orang. Pada Pemilu 2019 lalu, jumlah TPS di Purbalingga mencapai 2.898 TPS, pada Pemilu 2024 nanti diperkirakan jumlahnya tidak akan berbeda jauh.

Lebih lanjut, Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan saksi adalah penyelenggara mandat dari peserta pemilu agar pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara diselenggarakan dengan menjunjung tinggi prinsip kejujuran, keadilan, serta tunduk dan patuh pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Maka tidak berlebih jika kehadiran saksi dinilai sebagai pejuang di garda terdepan dalam menjaga marwah pemilu, sebagai pesta demokrasi yang berkualitas.

"Dalam bertugas, saksi memiliki hak istimewa. Antara lain, hak untuk mengajukan keberatan atas terjadinya kesalahan dan/atau pelanggaran dalam pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara ke KPPS;l, hak untuk mendapat salinan formulir Model A.3- KPU, Model A.3-KPU, Model A.4-KPU, dan Model A.DPK-KPU, serta hak atas salinan Berita Acara Pemungutan dan Penghitungan Suara dan salinan sertifikat hasil Penghitungan Suara," terang Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menerangkan bercermin pada penyelenggaraan Pemilu 2019, tercatat 894 petugas pemilu yang meninggal dunia, dan 5.175 orang petugas lainnya mengalami sakit. Oleh karena itu, menjadi hal yang harus diperhatikan bagi setiap peserta pemilu untuk menyiapkan para saksi, baik dari aspek stamina fisik maupun aspek kematangan mental.

"Pembukaan sekolah saksi Partai Golkar Purbalingga tidak semata sebagai strategi politik Partai Golkar untuk mengoptimalkan peran para kader, khususnya yang mendapatkan amanah dan kepercayaan sebagai saksi. Tidak kalah penting, pembukaan Sekolah Saksi ini juga menunjukkan komitmen dan tanggung jawab Partai Golkar, untuk menjadikan momentum penyelenggaraan Pemilu sebagai wahana untuk membangun literasi politik bagi para kadernya," pungkas Bamsoet.

(akd/akd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT