ADVERTISEMENT

KPK Menanti Jokowi Isi Kursi Kosong Sepeninggal Lili Pintauli

M Hanafi Aryan - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 17:49 WIB
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengikuti upacara pelantikan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12/2019). Presiden Joko Widodo melantik lima pimpinan KPK periode 2019-2023 yakni Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango dan Nurul Ghufron. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango (Antara Foto)
Jakarta -

Pasca-pengunduran diri Lili Pintauli Siregar, satu kursi Komisioner KPK hingga kini masih kosong. KPK saat ini masih menanti siapa pengganti Lili Pintauli.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menjelaskan mekanisme penggantian Pimpinan KPK itu telah di atur dalam Undang-Undang. Nawawi mengatakan yang berhak menunjuk pengganti Lili adalah Presiden, nantinya presiden akan menyerahkan nama ke DPR. Nama yang diambil adalah calon yang sebelumnya tidak lolos seleksi capim KPK.

"Karena mekanisme mengenai pengisian itu sudah diatur sedemikian rupa di dalam undang-undang, bahwa pimpinan itu diambil dari peserta sebelumnya yang tidak ini (terpilih), dan mekanisme itu semua sepenuhnya ada di dalam kompeten dari pada Pemerintah dan DPR," kata Nawawi Pomolango di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (11/8/2022).

Nawawi menyebut pihaknya tidak mempunyai wewenang mengajukan calon pengganti Lili Pintauli Siregar. Dia menyebut para pimpinan KPK lainnya tinggal menunggu dipilihnya Wakil Ketua KPK yang baru.

"Kita nggak perlu memberikan, karena seperti yang saya katakan tadi. Itu sudah diatur secara detail mekanismenya, seperti mereka ngambil dari apa, kemudian dilimpahkan kepada DPR, kirimkan pada kita," jelasnya.

"Kalau kita di tingkat pimpinan, kita nunggu sifatnya. Kalau kita, mereka kirim cepat, alhamdulillah, nggak dikirim cepat juga ya kita masih kerja-kerja aja," kata Nawawi.

Adapun Lili Pintauli Siregar dilaporkan ke Dewas KPK lantaran diduga menerima akomodasi dan tiket MotoGP Mandalika dari PT Pertamina. Dewas KPK pun telah memutuskan membawa kasus dugaan ke tahap sidang etik.

Dewas KPK pertama kali menjadwalkan sidang etik Lili pada Selasa (5/7). Namun saat itu Lili Pintauli mangkir dengan alasan menjadi pembicara Anti-Corruption Working Group (ACWG) G20 di Bali.

Kemudian, dalam penjadwalan ulangnya pada Senin (11/7), Lili Pintauli menghadiri sidang tersebut. Akan tetapi, dalam persidangan itu, dia menyatakan mengundurkan diri di hadapan Majelis Etik Dewas KPK.

Hasilnya, persidangan etik itu dinyatakan gugur dengan alasan Lili tidak memenuhi syarat menjalani sidang etik. Saat itu Ketua Dewas KPK Tumpak H Panggabean beralasan Lili bukan lagi insan KPK.

Simak juga 'Cari Pengganti Lili Pintauli, Jokowi: Masih dalam Proses':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/zap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT