ADVERTISEMENT

Bertemu Mendes, Dubes India Tawarkan Kerja Sama Pengembangan Teknologi

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 16:46 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menemui Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia H.E Manoj Kumar Bharti di Jakarta hari ini.
Foto: Dok. Kemendes PDTT
Jakarta -

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar bertemu Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia H.E Manoj Kumar Bharti di Jakarta.

Pad pertemuan tersebut, Manoj menawarkan program pelatihan peningkatan teknologi tepat guna kepada Pemerintah Indonesia. Di samping itu, ia juga mengapresiasi kondisi desa-desa di Indonesia yang jauh lebih baik daripada sebagian besar desa-desa di India.

"Saya telah melakukan kunjungan ke sejumlah desa yang ada di sejumlah wilayah seperti Kalimantan, Jawa, Sumatera Utara, Aceh, Bali dan NTT. Saya sangat terkesan dengan kondisi desanya. Saya bisa bilang, desa-desanya jauh lebih bagus dari sebagian besar desa-desa kami," kata Manoj dalam keterangan tertulis, Kamis (11/8/2022).

Melihat hal ini, Manoj juga berharap adanya kerja sama dalam hal peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia menyebut Pemerintah India telah memiliki program pelatihan dan beasiswa dalam bidang Iptek sejak 1994.

Adapun program ini memiliki salah satu keunggulan dalam penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG).

"Jadi kami selalu punya prinsip untuk lebih menekankan bagaimana penggunaan teknologi itu tidak hanya yang berbiaya besar dan teknologi yang sangat canggih. Tapi, bagaimana kami mengoptimalkan potensi dan kearifan lokal yang ada," katanya.

Manoj menambahkan beberapa tahun lalu, India telah mengirim satelit ke Mars. Pencapaian ini menjadikan India sebagai negara pertama yang berhasil mengirimkan satelit ke Mars dalam satu kali percobaan.

"Ini yang saya sebut teknologi kami, ini hasil penelitian kami, dan kami dengan senang hati berbagi dengan negara-negara lain mengenai hal ini melalui program pelatihan dan pendidikan yang ada di negara kami," paparnya.

Merespons hal ini, Halim menyambut baik kerja sama dalam program pelatihan peningkatan SDM di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pria yang akrab disapa Gus Halim ini menyebut Kemendes PDTT menangani tiga hal yang cukup kompleks karena cakupan yang luas. Mengingat terdapat 74.961 desa dengan segala kondisi dan perbedaan budaya, bahasa dari ujung timur ke barat. Selain itu, terdapat 62 daerah tertinggal dan sekian wilayah daerah transmigrasi.

Terkait kerja sama, Halim menjelaskan Kemendes PDTT memiliki 35.000 pendamping desa yang membutuhkan dukungan teknologi informasi untuk memantau kegiatan dan dinamika warga desa secara day to day dan real time. Hal ini termasuk perencanaan pembangunan, pelaksanaannya, pengawasannya, keterlibatan masyarakat di dalam pembangunan dan segala aspek yang ada di desa-desa.

"Tentu ini sangat membutuhkan dukungan manajemen teknologi informasi yang mumpuni dalam mengolah sedemikian rupa. Itulah makanya, kami sangat berterima kasih dapat tawaran dan tentu kerja sama yang sangat menguntungkan bagi kepentingan pembangunan desa di Indonesia," pungkas Halim.

(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT