Komnas HAM Siapkan Tim Pembanding Jika Istri Sambo Belum Bisa Diperiksa

ADVERTISEMENT

Komnas HAM Siapkan Tim Pembanding Jika Istri Sambo Belum Bisa Diperiksa

Anggi Muliawati - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 14:12 WIB
Jakarta -

Komnas HAM memanggil istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, besok. Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi terkait kesiapan istri Ferdy Sambo untuk hadir dalam pemeriksaan.

"Ibu PC kemarin kita sudah koordinasi dengan timnya Ibu PC, termasuk psikolognya, sedang diupayakan untuk kemudian nanti ada jadwal. Ya mudah-mudahan bisa dalam waktu yang cepat seperti yang kita minta besok untuk Ibu PC," kata Taufan di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/8/2022).

Taufan mengatakan pihaknya telah menyiapkan tim untuk memberi pendapat pembanding atau second opinion. Dia menyebut hal itu sebagai antisipasi jika istri Ferdy Sambo belum siap untuk diperiksa.

"Ya kita siapkan kalau seandainya masih berlarut-larut kita akan minta second opinion ini, kita sudah siapkan tim pembanding," katanya.

"Kemarin dia memberikan penjelasan kondisinya seperti ini, seperti ini, begitu, versi dia kan. Ya kita minta untuk bisa diupayakan ya, tapi kalau kemudian masih ada hambatan, bukan dalam arti apa ya, misalnya pertimbangan psikologis mereka misalnya dikatakan Bu PC belum bisa beri keterangan, ya kita akan minta tim yang sudah kita siapkan ini untuk menjadi memberi second opinion," sambung Taufan.

Taufan mengatakan istri Ferdy Sambo disebut masih dalam keadaan trauma. Dia mengatakan hal itu dapat mempengaruhi tahapan penyelidikan sehingga pihaknya menyiapkan second opinion.

"Dari keterangan mereka memang masih dalam kondisi trauma, seperti saya katakan sebelum-sebelumnya, kalau kita pakai standar hak asasi international yang itu sudah ada dalam UU TPKS kita. Memang kita harus menghormati orang yang sudah mengadu bahwa dia mengalami kekerasan seksual, terlepas kita mau percaya atau tidak percaya itu nanti. Yang penting kita perlakukan mereka dengan standar yang ada," kata Taufan.

"Salah satunya dengan pertimbangkan aspek-aspek psikologisnya, itu harus kita hormati, bukan berarti kita membiarkan berlama-lama, nggak, kalau nanti kita pertimbangkan ini akan pengaruhi tahapan-tahapan pemeriksaan ya kita akan gunakan tadi, second opinion untuk memberikan pendapat pembanding, standar yang normal aja," sambungnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT