ADVERTISEMENT

Pengacara BLJ Apresiasi Langkah Polri Berantas Mafia Tambang Minahasa

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 10:06 WIB
Duke Ari
Duke Ari Widagdo (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

PT Bangkit Limpoga Jaya (BLJ) mengapresiasi langkah Polri memberantas mafia tambang di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut). Aparat kepolisian mengamankan sejumlah alat berat milik orang yang tidak berhak di lokasi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) yang dimiliki BLJ.

"Kami mewakili pihak perusahaan PT Bangkit Limpoga Jaya memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada tim gabungan yakni Bareskrim Mabes Polri, Minerba Pusat Inspektur Tambang, dan Kasatgas Investasi BPKM karena telah melakukan pengamanan atas lahan kami yang dijarah secara masif oleh para pelaku penambang ilegal," kata pengacara BLJ, Duke Ari Widagdo, dalam keterangan pers, Kamis (11/8/2022).

BLJ menyatakan langkah Polri merupakan bukti negara hadir dalam setiap masalah dalam masyarakat.

"Keberhasilan Tim Gabungan ini menunjukkan bahwa negara hadir dalam memberikan perlindungan kepada pelaku usaha/investor, sehingga hal ini memberikan kepercayaan masyarakat kepada khususnya institusi Polri yang akhir-akhir ini menjadi sorotan media," ujar Duke Ari Widagdo.

Sebelumnya, Tim Gabungan Mabes Polri telah melakukan operasi tangkap tangan (PTT) ilegal mining di di wilayah Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara. Tim gabungan menemukan 8 ekskavator yang digunakan untuk melakukan penambangan ilegal dan mengamankan 7 orang yang diduga sebagai pelaku penambangan ilegal.

Ketujuh orang tersebut telah dilakukan BAP di polsek terdekat. Sedangkan 8 ekskavator telah dipasangi police line di basecamp PT BLJ sebagai barang bukti.

"Termasuk juga ditemukan senjata tajam yang berukuran sangat besar di kamar basecamp," ucap Duke Ari Widagdo.

Menurut Duke Ari Widagdo, penambangan yang dilakukan secara masif dengan melibatkan alat berat menunjukkan bahwa kegiatan ini sudah sangat terorganisir. Apalagi dilakukan di atas lahan BLJ. Padahal BLJ merupakan entitas bisnis yang taat peraturan, memberikan kontribusi kepada negara dan membayar PNBP/pajak dengan tertib.

"Sehingga kami menduga ada mafia tambang di dalamnya. Apa yang telah dilakukan oleh mafia tambang ini merupakan bentuk penjarahan terhadap kekayaan negara, sebab mereka menambang secara ilegal hanya untuk kepentingan pribadinya tanpa ada kontribusi untuk negara," pungkas Duke Ari Widagdo.

Lihat juga video 'Gebrakan Hadi Tjahjanto Bongkar Mafia Tanah Tahun 2019 di Jaksel':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT