ADVERTISEMENT

Komisi III DPR soal Usulan Brigadir J Diangkat Jadi Pahlawan: Belum Saatnya

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 07:52 WIB
Crazy Rich Ahmad Sahroni Lahap Makan Nasi Padang dan Bubur Ayam
Ahmad Sahroni (Foto: Instagram ahmadsahroni88)
Jakarta -

Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar nama kliennya dipulihkan dan diangkat menjadi pahlawan. Komisi III DPR buka suara.

"Saya rasa belum saatnya kita memikirkan hal yang seperti ini, karena proses hukum yang substansialnya saja masih jauh dari selesai," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni kepada wartawan, Rabu (10/8/2022).

Sahroni menyebut masyarakat juga belum tahu secara pasti cerita lengkap dan motif pembunuhan tersebut. Namun, kata Sahroni, ada hikmah dari insiden ini.

"Setuju bila kejadian ini ada hikmahnya, yaitu menjadi momentum perubahan di Polri, namun sekali lagi, kita harus pikirkan yang substansial, bukan gimmick semata," terang Sahroni.

Kenapa Brigadir J Dibunuh? Kata Polri dan Mahfud Md soal MotifIrjen Ferdy Sambo dan Brigadir J (Foto: Istimewa)

Golkar Minta Pengacara Brigadir J Tunggu Hasil Penyelidikan

Wakil Komisi III DPR Adies Kadir juga buka suara. Adies meminta pengacara Brigadir J menunggu hasil penyelidikan sampai tuntas.

"Kita tidak bisa mengambil kesimpulan di tengah penyidikan aparat penegak hukum masih berlangsung," tutur Adies.

"Kita harus memberikan apresiasi kepada Kapolri Bapak Listyo Sigit yang telah mengungkap kasus ini menjadi terang. Kami masih yakin dan percaya, Polri di bawah Jendral Listyo Sigit masih bisa bekerja dengan profesional dan presisi," imbuhnya.

PKB Sebut Berlebihan

Anggota Komisi III DPR Fraksi PKB Jazilul Fawaid menyebut usulan tersebut berlebihan. Jazilul meminta pengacara Brigadir J menghormati proses hukum.

"Itu berlebihan, mari kita hormati proses hukum belum jelas motif dan siapa yang bersalah. Jangan mendahului putusan pengadilan," ujar Jazilul.

Proses penyelidikan masih berjalan. Bahkan, jelas Jazilul, status Brigadir J masih terlapor.

"Saat ini statusnya masih korban bahkan dilaporkan kasusnya, bukan pahlawan, dan masih dalam proses hukum," imbuh Jazilul.

"Tidak mudah, Presiden tidak bisa semaunya memberikan tanda jasa dan gelar pahlawan, ada syarat dan ketentuan yang perlu diuji. Mbah Kholil Bangkalan yang sangat jelas jasanya buat umat saja belum bisa dipenuhi," lanjutnya.

Simak video 'Irjen Ferdy Sambo, Awalnya Belasungkawa Ternyata Dia Pelakunya':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT