Tiba di Cina, Mega Disambut Harapan Tuntaskan Kasus Taiwan
Sabtu, 24 Jun 2006 14:30 WIB
Beijing -
Pembahasan One China Policy menyambut Megawati Soekarnoputri setibanya di Cina. Ini dipicu singgahnya Presiden Taiwan Chen Shui-Bain di Batam pada 11-12 Mei 2006.Para pejabat negara Tirai Bambu berharap mantan Presiden Indonesia itu menuntaskan kebijakan Indonesia yang mendua dari pemerintah yang berkuasa sekarang ini soal One China Policy.Sebab pemerintah Cina sangat sulit menerima alasan singgahnya Presiden Taiwan di Batam lantaran pesawatnya kehabisan bahan bakar. Apalagi santer terdengar di kalangan diplomatik di Beijing kalau Bali akan dijadikan tempat pertemuan para duta besar Taiwan di negara-negara Asia dalam pekan-pekan mendatang."Saya berharap kepada Mega sebagai pemimpin partai politik terbesar di Indonesia untuk mendorong terus One China Policy. Saya melihat adanya perubahan paradigma di Indonesia sehubungan dengan kasus Taiwan. Padahal dulu semasa dijabat Mega, hal tersebut tidak terjadi," ujar Ketua Komite Nasional Dewan Pertimbangan Politik Rakyat Cina, yang juga anggota Komite Tetap Politik Biro Partai Komunis Cina, Jia Qinglin di Beijing.Menanggapi hal itu, Mega berpendapat One China Policy sudah final dan tidak terbantahkan. Mega pun meminta semua pihak di Indonesia memahami dan mengerti aspek historis maupun politik atas kebijakan yang telah ditempuh selama ini, yakni tetap mempertahankan One China Policy."Seperti halnya saya yang ngotot dengan dipertahankannya konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka hendaklah kita menghormati kebijakan negara sahabat, seperti halnya Cina," imbau ketua umum PDIP ini seperti disampaikan Bidang Pers & Media Mega melalui rilis kepada detikcom, Sabtu (24/6/2006). Mega bertolak ke Cina pada 22 Juni dan akan kembali ke tanah air pada 30 Juni.Sementara Dubes RI untuk RRC Mayjen TNI Purn Sudrajat mengakui, takkala Mega melancarkan "diplomatik dansa" dengan Presiden Ziang Jemin, Cina mulai mendanai sejumlah proyek.Antara lain pembangunan Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Madura dengan Pula Jawa, pembangunan PLTU Labuhan Angin di Tapanuli Tengah, serta penandatanganan penyediaan gas alam untuk Provinsi Fujian dari Terminal Gas Tangguh di Papua."Kalau ditotalkan nilai investasi RRC untuk tahun 2003 dan 2004 mencapai 289 juta dolar AS. Angka ini jauh lebih besar untuk nilai investasi di tahun 2005," tutur Sudrajat.Mantan Kapuspen TNI ini mengkhawatirkan perubahan One China Policy bisa mempengaruhi rencana investasi Cina di masa mendatang. Apalagi dalam beberapa pekan terakhir dirinya sudah berkali-kali dipanggil Kementerian Luar Negeri Cina soal mendaratnya Presiden Taiwan di Batam.Lawatan Mega di Cina atas undangan resmi Partai Komunis Cina. Turut serta bersama Mega sejumlah anggota DPR seperti Herman Herry, Murdaya Poo, Daniel Budi Setiawan, Mindo Sianipar, Rudianto Tjen. Kemudian fungsionaris PDIP seperti Wakil Sekjen Agnita Singedikane, Dwi Ria Latifa, Rudi Harsa Tanaya, dan Sirmaji Manidjo.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































