Cerita Benny Mamoto Di-bully karena Kutip Kapolres Jaksel soal Yoshua

ADVERTISEMENT

Cerita Benny Mamoto Di-bully karena Kutip Kapolres Jaksel soal Yoshua

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 21:02 WIB

Dai mengatakan, saat itu, Bharada E disuruh Irjen Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J. Selain menyuruh, Irjen Ferdy Sambo juga diduga merekayasa kasus pembunuhan itu menjadi baku tembak.

Selain Sambo, ada tiga tersangka lain, yaitu Bharada Richard Eliezer (RE), Brigadir Ricky Rizal (RR), dan Kuat Ma'ruf (KM).

Sementara itu, Bripka RR dan KM berperan ikut membantu dan menyaksikan penembakan Bharada E terhadap korban. Mereka dijerat pasal pembunuhan berencana subsider pasal pembunuhan.

31 Polisi Diduga Langgar Etik

Sebanyak 31 personel polisi diduga melakukan pelanggaran kode etik terkait tewasnya Brigadir J. Mereka diduga menghambat penyidikan tewasnya Brigadir J.

"Kemarin ada 25 personel yang kita periksa dan saat ini bertambah menjadi 31 personel," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (9/8) malam.

Mereka diduga melanggar kode etik profesi Polri ataupun tindakan untuk merusak, menghilangkan barang bukti, mengaburkan dan merekayasa kasus. Mereka berasal dari Bareskrim Polri hingga Polda Metro Jaya.

"Kami menjelaskan bahwa 31 personel yang melanggar kode etik Polri dari Bareskrim Polri ada 2 personel, 1 Pamen, dan 1 Pama," kata Irwasum Komjen Agung Budi Maryoto.

"Divpropam Polri ada 21 personel: perwira tinggi 3, perwira menengah 8, perwira pertama 4 personel, bintara 4, dan tamtama 2 personel. Kemudian personel Polda Metro Jaya sementara ada 7 personel. Perwira pangkat menengah 4 personel dan perwira pertama 3 personel," tambahnya.


(jbr/aud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT