ADVERTISEMENT

Cara Polisi Gugah Bharada E agar Buka-bukaan: Datangkan Orang Tua

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 17:11 WIB
Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). Kedatangan Bharada E tersebut untuk dimintai keterangan terkait insiden baku tembak dengan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J  yang terjadi pada Jumat (8/7) lalu di rumah dinas Kepala Divisi Propam Polri nonaktif Irjen Pol. Ferdy Sambo. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym.
Bharada Richard Eliezer atau Bharada E (Antara Foto/M Risyal Hidayat)
Jakarta -

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengungkap cara tim khusus membuat Bharada Richard Eliezer atau Bharada E tergugah hingga menyingkap apa yang sebenarnya terjadi di kasus Brigadir J. Timsus besutan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu disebutnya akan mendatangkan orang tua Bharada E.

"Karena apa yang dilakukan oleh penyidik, apa yang dilakukan oleh Timsus, menyampaikan kepada dia, kasih orang tuanya didatangkan," kata Agus dalam jumpa pers kemarin, Selasa (9/8).

Agus mengatakan, selain mendatangkan kedua orang tua, Timsus menyampaikan perihal ancaman hukuman yang menghantui Bharada E. Timsus, kata dia, meminta Bharada E tidak menanggung sendirian kasus ini.

"Adalah upaya membuat dia untuk tergugah bahwa ancamannya cukup berat, jadi jangan tanggung sendiri," ungkapnya.

Agus melanjutkan, dari bujukan Timsus itulah akhirnya Bharada E membuat pengakuan mengenai tewasnya Brigadir J. Dia pun meminta pengacara baru Bharada E untuk tidak mengklaim hasil kerja keras Timsus Polri.

"Sehingga dia secara sadar membuat pengakuan. Jadi jangan tiba-tiba orang ditunjuk sebagai pengacara untuk mendampingi pemeriksaan terus dia ngoceh di luar, seolah-olah pekerjaan dia, itu kan nggak fair," kata Agus.

Bharada E Tulis Pengakuannya

Sementara itu, Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto mengungkap momen saat Bharada E memutuskan untuk mengungkap yang sebenarnya terjadi. Momen itu disebutnya terjadi saat pemeriksaan khusus dilakukan terhadap Bharada E.

"Ada hal yang menonjol pada saat melaksanakan pemeriksaan khusus ini terhadap Bharada RE. Yang bersangkutan pada saat dilaksanakan pemeriksaan mendalam ingin menyampaikan unek-unek. Dia pengin menulis sendiri," kata Agung.

Agung mengungkapkan, Bharada E saat itu memilih menuliskan pengakuannya dan siapa saja yang terlibat dalam pembunuhan Brigadir J. Pengakuan itu juga dilengkapi dengan cap jempol Bharada E dan meterai.

"'Tidak usah ditanya, Pak, saya menulis sendiri'. Yang bersangkutan menulis dari awal bahwa dia melakukan adalah yang bersangkutan dengan dilengkapi cap jempol dan meterai," tutur dia.

Dari pengakuan Bharada E itulah Timsus kemudian memeriksa secara khusus sejumlah pihak. Mereka yang diperiksa di antaranya Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Polri sudah tetapkan empat tersangka. Simak di halaman selanjutnya.

Simak Video: Sejak Kasus Brigadir J, Bharada E Putus Komunikasi dengan Keluarga

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT