ADVERTISEMENT

Respons Humas Polri soal Pemberi Keterangan Awal soal Brigadir J Bisa Dipidana

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 16:59 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo
Foto: Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (dok. Humas Polri)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md menyebut polisi yang memberikan fakta awal di kasus Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J bisa dipidana. Menanggapi pernyataan tersebut, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menjelaskan pihaknya menyampaikan kronologi awal ke publik berdasarkan laporan dari Kapolres Metro Jakarta Selatan saat itu, Kombes Budhi Herdi dan Karo Provos kala itu, Brigjen Benny Ali.

Dedi menuturkan laporan yang dimaksud adalah soal hasil olah TKP pertama. Sebagaimana diketahui, kronologi awal penyebab kematian Brigadir J disampaikan oleh Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dan Kombes Budhi Herdi sendiri.

"Perlu diketahui, Humas (Karo Penmas Brigjen Ahmad Ramadhan) saat itu menyampaikan apa yang dilaporkan Kapolrestro Jaksel, Karo Provos dan penyidik yang melakukan olah TKP awal. Wartawan menanyakan apa yang terjadi, kami tanyakan kepada pihak-pihak yang berada di TKP. Apa yang dijelaskan para pihak di TKP, kami sampaikan kepada media," kata Dedi saat dikonfirmasi, Rabu (10/8/2022).

"Saat itu, 'masa kami tidak percaya penyidik?'. Penyidik kan punya kode etik. Namun ternyata sumber-sumber yang kami anggap kredibel tak memberikan data yang akuntabel, itu yang terungkap dan kami sesalkan," sambung Dedi.

Dedi menyebut dalam perjalanannya, Kapolri membentuk tim khusus untuk mengusut penyebab kematian Brigadir J. Dan, lanjutnya, menemukan pelanggaran-pelanggaran kode etik berupa obstruction of justice.

"Setelah kejanggalan dari kronologi awal diusut oleh tim khusus, yang dibentuk Bapak Kapolri untuk membuat terang kasus Brigadir J, Divisi Humas Polri setiap hari menyampaikan perkembangannya kepada teman-teman media. Tentunya perkembangan yang kami sampaikan ke media merujuk pada temuan-temuan tim khusus yang dibentuk Bapak Kapolri," ungkap Dedi.

"Dalam prosesnya timsus menemukan penghilangan bareng bukti, penghalangan dan membuat skenario. Kan sudah ditindak karena terbukti melakukan pelanggaran tersebut. Kami juga sampaikan itu kepada rekan-rekan wartawan," lanjut Dedi.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak Video: Sejak Kasus Brigadir J, Bharada E Putus Komunikasi dengan Keluarga

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT