ADVERTISEMENT

6 Fakta Petugas PPSU Aniaya Pacar Sendiri hingga Melindas

Kanya Anindita Mutiarasari - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 13:16 WIB
Petugas PPSU aniaya pacar sendiri di Jakarta. Pria petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) tersebut menganiaya seorang perempuan karena cemburu.
6 Fakta Petugas PPSU Aniaya Pacar Sendiri (Foto: Ilustrasi: Fuad Hashim)
Jakarta -

Seorang petugas PPSU aniaya pacar sendiri di Jakarta. Pria petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) tersebut kedapatan menganiaya seorang perempuan dan dengan teganya melindas si korban dengan sepeda motor.

Kejadian tersebut jadi sorotan lantaran viral di media sosial. Berikut fakta-fakta terkait kasus penganiayaan oleh petugas PPSU.

Petugas PPSU Aniaya Pacar karena Cemburu

Petugas PPSU yang berinisial Z menganiaya pacarnya, E. Keduanya adalah sama-sama petugas PPSU di mana Z bertugas di Kelurahan Rawa Barat, Jakarta Selatan, sedangkan E bertugas di Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan. Z tega menganiaya Z karena dasar cemburu.

"Dua orang ini adalah berpacaran. Perempuannya atas nama E, PPSU Kelurahan Bangka sudah setahun. Dia kelahiran 1983. Sudah setahun ini pacaran dengan Z. Informasi dari Ibu E ini Z adalah PPSU Kelurahan Rawa Barat," kata Firdaus Aulawy, Lurah Bangka, yang dikutip detikcom, Rabu (10/8/2022).

"Kejadian kemarin hari Senin sedang istirahat. Ceritanya katanya cemburu si Z, kemudian ada orang lewat divideoin," imbuhnya.

Petugas PPSU aniaya pacar sendiri di Jakarta. Pria petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) tersebut menganiaya seorang perempuan karena cemburu.Seorang petugas PPSU aniaya pacar sendiri di Jakarta. (Foto: Ilustrasi: Fuad Hashim)

Kronologi Petugas PPSU Tega Aniaya Pacar Sendiri

Berdasarkan video yang dilihat oleh detikcom, Rabu (10/8/2022), seorang pria yang menggunakan seragam PPSU terlihat menendang dan menjambak seorang wanita. Kemudian, pria itu juga tega melindas korban dengan sepeda motor. Korban pun tertabrak dan terjungkal ke belakang.

Lurah Bangka, Firdaus Aulawy menyebutkan kejadian itu terjadi di Jalan Kemang VI, pada Senin (8/8/2022) siang.

"Benar di Jalan Kemang Dalam. Lokasi tepatnya di Jalan Kemang VI RT 3 RW 3. Kejadian kemarin sekitar pukul 12.30 WIB," ucap Firdaus saat diwawancarai, Selasa (9/8/2022).

Keadaan Korban Pasca Dianiaya

Firdaus selaku Lurah Bangka juga mengungkapkan kondisi E setelah dianiaya pacarnya. Firdaus sempat menyarankan E melakukan visum atas peristiwa tersebut, namun E disebut tidak berkenan.

"Keadaannya ada di ruangan saya. Menurut pengakuan dia setelah ditanyakan keadaan dia baik-baik saja. Dia bilang secara fisik dilihat dengan mata tidak ada luka. Kita sarankan visum, yang bersangkutan tidak berkenan," kata Firdaus.

Z dan E Didamaikan oleh Pihak Kelurahan

Petugas PPSU pelaku penganiayaan terhadap pacarnya sendiri sudah berdamai dengan korban. Polisi menyebut keduanya didamaikan pihak kelurahan.

"Ini udah di sini, tapi mereka tadi udah didamaikan di kelurahan, udah selesai. Korbannya nggak bikin laporan," kata Kapolsek Mampang Prapatan Kompol Supriadi kepada wartawan, Selasa (9/8/2022).

Polisi Tetap Proses Z Secara Hukum

Meskipun telah berdamai, pihak Kepolisian tetap memproses Z sebagai pelaku penganiayaan. Hal itu dilakukan meskipun korban tidak mau membuat laporan polisi.

"Kita lanjut proses hukum, malam ini saksi-saksi kita lakukan pemeriksaan," ucap Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Yandri Irsan kepada wartawan, Selasa (8/8/2022).

Petugas PPSU Aniaya Pacar Sudah Dipecat

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan jika petugas PPSU yang menjadi pelaku penganiayaan sudah dipecat. Ia memastikan jika pelaku akan diproses secara hukum.

"Pelaku kekerasan di video yang viral sudah kami ketahui dan langsung dipecat hari itu juga, lalu diserahkan kepada polisi untuk ditindak secara hukum," kata Anies dalam akun Instagram @aniesbaswedan, Rabu (10/8/2022).

Bagi Anies, tidak ada ruang untuk pelaku kekerasan maupun pelecehan seksual di lingkungan Pemprov DKI.

"Tidak ada ruang bagi kekerasan dan pelecehan di seluruh lingkungan kerja Pemprov DKI Jakarta, dan hukumannya adalah pemecatan seketika dan diserahkan kepada pihak berwajib," tambahnya.

(kny/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT