ADVERTISEMENT

Panggung Apung Situ Rawa Kalong Depok Digembok Usai Diresmikan, Kenapa?

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 14:19 WIB
Panggung Apung Situ Rawa Kalong Depok
Panggung Apung Situ Rawa Kalong Depok. (Foto: Dok Istimewa)
Depok -

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil telah meresmikan Situ Rawa Kalong di Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Salah satu wahana di kawasan Situ Rawa Kalong adalah jembatan atau panggung apung.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Situ Rawa Kalong Nurdin mengatakan panggung apung tersebut memang belum dibuka untuk umum. Sebab, saat ini tengah menunggu hibah dari pemerintah provinsi (pemprov) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terkait pengelolaan Situ Rawa Kalong.

"Ini kan kemarin waktu kunjungan Gubernur itu kan baru peresmian. Nah terus untuk hibahnya belum, masih dalam proses. Karena kan itu kan yang bangun Jawa Barat tuh seluruhnya. Makanya nanti akan ada proses administrasi hibah terkait sarana prasarana tersebut. Nanti setelah diserahkan ke Depok, dikelola oleh Depok, nanti baru tuh," kata Nurdin kepada wartawan, Rabu (10/8/2022).

Nurdin juga khawatir panggung apung tersebut dibuka saat ini. Dia tak ingin fasilitas tersebut rusak saat belum ada proses hibah dari Pemprov Jabar ke Pemkot Depok.

"Karena kalau dibuka sekarang, nanti belum dihibahin, udah pada rusak," terangnya.

Nurdin menyebut telah banyak warga yang datang ingin mengakses panggung apung tersebut. Nurdin sering menjelaskan kepada warga soal belum dibukanya panggung apung tersebut.

"Wah malah tambah banyak, terus mau masuk area itu dikunci gitu kan. Ya kayak gini, saya banyak ngejelasin juga itu danau masih tahap pengamanan karena asetnya belum diserahterimakan," bebernya.

Terpisah, Lurah Curug Herdandy mengatakan fasilitas lain di Situ Rawa Kalong tetap bisa diakses selain panggung apung.

"Kalau (fasilitas) yang lainnya si sebenarnya bisa, karena kan memang itu tidak membahayakanlah," kata Herdandy.

Herdandy mengatakan nantinya akan ada penjagaan di kawasan Situ Rawa Kalong. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal buruk terjadi di kawasan itu.

"Pasti ada (penjagaan), karena kalau masih begitu aja kami nggak tahu kalau ada orang tercebur, tidak ada orang yg melihat atau mengecek segala macam, jadi bahaya juga," tuturnya.

(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT