ADVERTISEMENT

Komnas HAM Periksa Puslabfor soal Tembakan di Rumah Ferdy Sambo

Wildan Noviansah - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 12:19 WIB
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam (YouTube Komnas HAM)
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam (YouTube Komnas HAM)
Jakarta -

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menghargai temuan Polri terkait tidak adanya peristiwa tembak-menembak di kasus tewasnya Brigadir J. Komnas HAM menegaskan akan tetap mengecek kembali soal senjata dan karakter peluru melalui pemeriksaan terhadap tim Puslabfor Mabes Polri mengenai uji balistik hari ini.

"Harusnya agenda hari ini itu soal balistik. Nanti jam 10 jam 11 kita akan mulai. Balistik itu akan terkait soal senjata, karakter senjata, peluru, dan sebagainya," kata Anam di kantor Komnas HAM, Jl Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2022).

Anam mengatakan Komnas HAM menghargai temuan Polri terkait tidak adanya peristiwa tembak-menembak. Namun Komnas HAM akan melakukan pemeriksaan terhadap tim Puslabfor Mabes Polri terkait balistik untuk membangun konstruksi perkara.

"Kalau bagi Komnas HAM, itu putusan dari teman-teman penyidik bahwa tidak ada tembak-menembak, tapi itu penembakan. Kita akan cek, kan di balistik ini macam-macam, tidak hanya soal tembakan, tapi juga bagaimana konstruksi peristiwanya, bagaimana konstruksi pelurunya, proyektil, dan sebagainya," kata Anam.

Nantinya, lanjut Anam, hasil uji balistik akan dicocokkan dengan luka yang ada di tubuh Brigadir J.

"Dan itu nanti akan kita match-kan dengan informasi di awal terkait luka luka di jenazah. Walaupun luka-luka di jenazah seperti yang sudah kami sampaikan karena ada permintaan autopsi kedua oleh keluarga dan sudah dilakukan ekshumasi dan autopsi kedua. Kami akan tunggu proses itu dan kami akan patuh terhadap hasil autopsi kedua," ujarnya.


Kapolri Sebut Tak Ada Tembak-menembak

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus penembakan terhadap Brigadir J atau Yoshua Hutabarat. Kapolri menyebut tidak ada peristiwa tembak-menembak seperti laporan awal kasus.

"Ditemukan perkembangan baru bahwa tidak ditemukan fakta peristiwa tembak-menembak seperti yang dilaporkan. Saya ulangi, tidak ditemukan peristiwa fakta tembak-menembak," kata Kapolri dalam konferensi pers di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), Selasa (9/8/2022).

Kapolri menyebut Irjen Ferdy Sambo memerintahkan penembakan.

"Timsus menemukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap Saudara J yang menyebabkan Saudara J meninggal dunia yang dilakukan Saudara RE atas perintah Saudara FS," kata Kapolri.

Simak video 'Drama Kebohongan Ferdy Sambo, Otak di Balik Tewasnya Yoshua':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT