ADVERTISEMENT

Puji Polri di Kasus Brigadir J, HNW Harap Usut Tuntas Juga Kasus KM 50

Erika Dyah - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 10:13 WIB
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW)
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengapresiasi komitmen pengusutan kasus kematian Brigadir J sampai tuntas. Baik yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo melalui ultimatumnya kepada Kepolisian RI hingga empat kali, maupun dukungan dari Kapolri Jenderal Sigit Listyo Prabowo.

Menurutnya, komitmen ini dilakukan demi menjaga citra polisi serta tegaknya hukum dan keadilan. Untuk itu, ia berharap perlakuan yang sama dilakukan terhadap kasus KM 50 terkait terbunuhnya sejumlah laskar Front Pembela Islam (FPI). Pasalnya kedua kasus sama-sama mendapatkan perhatian yang tinggi dari publik.

HNW turut mengapresiasi komitmen Kapolri dalam mengusut tuntas kasus-kasus yang menjadi perhatian publik dengan melibatkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

"Ini komitmen yang sangat baik dan perlu didukung, dan sedang dibuktikan di dalam kasus Brigadir J ini. Komitmen kuat seperti ini penting bisa dilaksanakan dalam kasus-kasus lainnya, seperti kasus KM 50, demi tegaknya hukum berkeadilan dan hadirnya perlindungan terhadap rakyat, dan terselamatkannya citra polisi," ujar HNW dalam keterangannya, Rabu (10/8/2022).

"Semakin terkuaknya bukti-bukti dan kejanggalan-kejanggalan terkait dibunuhnya Brigadir J, maka saya mendukung Kapolri untuk mengusut tuntas kasus ini. Hal ini juga momentum untuk mengembalikan kepercayaan publik, juga untuk melanjutkan komitmen Kapolri untuk usut tuntas kasus KM 50 terkait unlawful killing terhadap beberapa laskar FPI, sesuai yang dilaporkan oleh KomNasHAM," sambungnya.

HNW menjelaskan pengusutan secara tuntas terhadap dua kasus yang menarik perhatian publik tersebut sangat penting. Selain untuk mengembalikan citra positif Polri, juga bermanfaat demi tegaknya hukum dan keadilan. Sebab NKRI, sesuai Konstitusi adalah Negara Hukum, yang mengakui HAM, Keadilan, dan Kedaulatan Rakyat.

Ia menuturkan kasus KM 50 sudah dibawa ke pengadilan dan dua terdakwa dari kepolisian divonis bebas oleh pengadilan. Namun banyak kejanggalan yang dirasakan oleh berbagai pihak. Hal ini sebagaimana kejanggalan-kejanggalan di awal kasus tewasnya Brigjend J yang kemudian terkuak temuan-temuan berbeda dengan ekspos di awalnya, bahkan mengoreksinya.

"Kasus Brigadir J ini membuka mata publik, bahwa perlu pengusutan secara serius, tuntas, jujur, transparan dan melibatkan banyak pihak yang berkewenangan, agar suatu kasus dapat benar-benar dibongkar. Jadi, demi keadilan hukum, dan menyelesaikan berbagai spekulasi, dan menjaga citra polisi sebagai penegak hukum dan pengayom masyarakat secara adil, sudah selayaknya bila Kasus KM 50 terkait gugurnya beberapa Laskar FPI, juga dibuka kembali, dan diusut secara serius, jujur dan tuntas," tandasnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap agar penegakan hukum yang dilakukan Polri sesuai dengan slogan Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) sesuai yang dicanangkan oleh Kapolri.

"Penting slogan ini tidak hanya diterapkan ketika yang menjadi korban adalah anggota kepolisian, tetapi juga ketika korbannya adalah rakyat biasa seperti 6 laskar FPI. Hal yang juga menjadi tuntutan dari para aktivis hukum dan HAM seperti KONTRAS," pungkasnya.

Simak video 'Saktinya Ferdy Sambo 'Pegang' 31 Polisi Demi Tutupi Tewasnya Yoshua':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT