Ragam Wanti-wanti soal Jakarta Diprediksi Tenggelam

ADVERTISEMENT

Ragam Wanti-wanti soal Jakarta Diprediksi Tenggelam

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 08:27 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab soal usulan lockdown akhir pekan. Anies menekankan wilayah DKI Jakarta tidak akan menerapkan kebijakan tersebut
Ilustrasi Ibu Kota DKI Jakarta (Pradita Utama/detikcom)

Riza menuturkan pemindahan Ibu Kota akan mengurangi jumlah masyarakat yang bermukim di Jakarta. Pasalnya, mayoritas pegawai pemerintahan bakal bermigrasi ke IKN. Hal itu tentu berdampak pada penggunaan air tanah yang selama ini menjadi faktor penurunan muka tanah di Jakarta.

"Tentu cukup banyak karena kan terjadi pergeseran jumlah warga yang ada di Jakarta ke IKN itu terjadi pengurangan. Perkantoran pusat kan berpindah, perkantoran pusat kan membutuhkan air yang tidak sedikit selama ini," jelasnya.

Di samping itu, Pemprov DKI mempercepat penyediaan air bersih di lingkungan masyarakat. Tujuannya mencegah terjadinya eksploitasi air tanah di berbagai sektor.

"Supaya tidak ada lagi apa namanya penyedotan air tanah melalui pompa-pompa di rumah-rumah, kita upayakan air bersih itu didapatkan melalui PAM Jaya, dan beberapa upaya lainnya," ujarnya.

Dia pun mengimbau warga agar menyetop perilaku menyedot air tanah dengan pompa.

"Bagi seluruh warga, khususnya di masyarakat kita, agar juga tidak menggunakan air secara berlebihan dan juga di antaranya bagi industri, perkantoran, hotel, apartemen juga kita minta juga tidak menggunakan pompa untuk mendapatkan air bersih tapi melalui saluran PAM yang ada," tambahnya.

2. Bangun Tanggul di Pesisir

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Afan Adriansyah mengatakan Pemprov DKI sudah menyiapkan langkah-langkah mencegah Jakarta tenggelam pada 2050. Kebijakan yang disiapkan DKI sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022.

"Pembangunan tanggul pantai di pesisir Jakarta, kolaborasi dengan Kementerian PUPR. Saat ini telah terbangun tanggul pantai antara lain di Kamal Muara, Muara Baru, Cilincing, dan lain-lain," kata Afan saat dihubungi detikcom, Senin (8/8/2022).

Adapun Pemprov melakukan pengendalian ekstraksi air tanah sesuai dengan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 93 Tahun 2021 tentang Zona Bebas Air Tanah.

Simak selengkapnya wanti-wanti DPRD DKI soal prediksi DKI tenggelam di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT