ADVERTISEMENT

Keluarga Santri Korban Perkelahian Maafkan Pelaku, Minta Proses Hukum Lanjut

Khairul Ma'arif - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 20:24 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Ilustrasi pengeroyokan (Foto: dok. detikcom)
Tangerang -

Pihak keluarga BD (15), santri yang tewas usai berkelahi dengan temannya, sudah menerima permintaan maaf dari keluarga pelaku inisial RE (15). Keluarga korban memaafkan kejadian yang dialami BD.

"Memaafkan udah pasti kita maafkanlah, pasti kita maafkan, ya. Selanjutnya, yuk sama-sama kita hormati proses hukum," ujar kakek BD, Dudung, saat ditemui di rumahnya, Selasa (9/8/2022).

Dudung mengatakan pihak keluarga pelaku juga berencana datang untuk bertakziah. Namun pihak keluarga belum bersedia karena masih shocked.

"Tadi juga pihak dari pondok pesantren menyampaikan bagaimana kalau dari keluarga terduga tersangka ini datang ke sini untuk bertakziah dan meminta maaf kepada keluarga almarhum. Saya bilang untuk saat ini nanti sebentar ya, sabar, orang tuanya juga masih shocked. Nanti saya kasih informasi kalau mau saya bilang nanti pasti open-lah kita," tambahnya.

Sementara itu, untuk kemungkinan kasus ini berjalan damai, Dudung mengaku minta untuk menghormati hukum. Menurutnya, opsi damai untuk saat ini belum dapat disampaikan karena perlu berbicara dengan pihak keluarga terlebih dahulu.

"Kalau mereka berdamai, kata saya tunggu, tunggu dulu. Kami keluarga besar, kami akan bicara dengan keluarga dan lain sebagainya. Banyak pertimbangan tujuan satu-satunya kalau buat si pelaku tentunya akan terjadi efek jera untuk pihak pondok pesantren tentunya agar mengevaluasi sistem yang ada di sana," ucapnya.

Lebih lanjut Dudung mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang berlaku.

"Harusnya hukum spesialis pada anak-anaklah. Kalau saat ini kami betul-betul menghormati proses hukum yang ada," ungkapnya.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak juga 'Ferdy Sambo Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT