ADVERTISEMENT

Cegah Penipuan, Bamsoet Ingatkan Masyarakat Hati-hati Pilih Asuransi

Inkana Putri - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 20:10 WIB
Bamsoet
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam memilih jasa asuransi. Menurut Bamsoet, hal ini penting guna menghindari berbagai kesulitan klaim, maupun modus misinformasi atau penipuan.

Di samping itu, Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan KADIN Indonesia mendorong pelaku industri asuransi untuk membangun kemitraan dengan para nasabah.

"Karena itu dalam menawarkan produk asuransi, baik dalam hal kesehatan, jiwa, pendidikan, dan lain sebagainya, agen asuransi tidak boleh memberikan janji-janji manis. Pelaku usaha industri asuransi harus mendidik agennya agar mampu memberikan penjelasan yang terang benderang kepada calon nasabah terkait isi polis, cara kerja, dan resiko yang ditanggungnya. Sehingga bisa menghindari terjadinya kesalahpahaman dan sengketa di kemudian hari," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (9/7/2022).

Hal ini ia sampaikan usai menerima beberapa korban asuransi, di Jakarta hari ini.

Terkait modus penipuan asuransi, Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan industri asuransi dapat terkena dampaknya hingga kehilangan kepercayaan masyarakat jika sampai terjadi sengketa. Bamsoet mengimbau sengketa harus diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku, terlebih jika tidak bisa diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan.

"Apapun keputusan hukum yang telah dikeluarkan pengadilan, wajib dihormati dan dijalankan oleh nasabah maupun pelaku usaha asuransi. Pengingkaran terhadap keputusan hukum sama saja dengan mengingkari keberadaan negara," jelasnya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini pun menambahkan pada hakikatnya, industri asuransi merupakan wadah untuk berbagai risiko (risk sharing). Dengan demikian, masyarakat dapat mengalihkan beban risiko kepada lembaga asuransi melalui premi yang rutin dibayarkan secara berkala.

Terlebih sejak pandemi COVID-19, kesadaran masyarakat terhadap asuransi pun semakin meningkat.

"Pandemi COVID-19 membuat masyarakat semakin menyadari pentingnya memiliki asuransi kesehatan. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia mencatat jumlah kepemilikan polis asuransi meningkat 17,4 persen dan pertumbuhan jumlah tertanggung mencapai 18,1 persen menjadi 75,45 juta orang. Tingginya minat masyarakat ini tidak boleh disalahgunakan oleh pelaku industri asuransi," pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, pertemuan ini turut dihadiri antara lain, salah satu korban gagal klaim asuransi Irvan Matius dan penasihat hukum Gunawan, salah satu korban gagal klaim asuransi, Desyana.

Simak juga 'Hore, 10 Ribu Nelayan di Jateng Bakal Dicover Asuransi':

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT