ADVERTISEMENT

Komnas HAM Kantongi Data 15 HP di Kasus Brigadir J, Termasuk Isi Grup WA

Anggi Muliawati - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 15:57 WIB
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik,
Ahmad Taufan Damanik (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Komnas HAM telah memeriksa seluruh handphone (HP) terkait kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Dari hasil pemeriksaan hari ini, ada temuan baru yang disebut membuat kasus semakin jelas.

"Tadi barusan kita memeriksa kembali tim siber dan penyidik ya dalam waktu yang singkat saja sekitar 30-an menit karena tadi ini lebih pada melengkapi bahan-bahan yang sebelumnya sudah diberikan dan beberapa penjelasan setelah itu, nanti tim Komnas HAM mengumpulkan semua dari bahan-bahan yang pertama, kedua, berikan dan tadi itu yang ketiga itu akan kita analisis di internal," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/8/2022).

"Setelah itu kita mungkin baru bisa membuat beberapa kesimpulan, tapi tentu saja memang bahan-bahannya memberikan semakin banyak informasi data-data yang memperteranglah masalah ini. Kurang lebih itu," sambungnya.

Pemeriksaan HP dilakukan bertahap, yakni 10 ponsel lebih dulu dan lima ponsel diperiksa kemudian. Taufan mengatakan semua yang ada di dalam HP tersebut, termasuk percakapan grup WhatsApp, telah dikantongi.

"Semua yang ada di dalam kelima HP tersebut," kata Taufan.

Taufan tak menjelaskan detail apa percakapan dalam grup WA tersebut. Dia mengatakan semua hal bakal dijelaskan dalam hasil penyelidikan Komnas HAM.

"Nanti kami periksa. Makanya kan kumpul dulu. Sesi satu-dua sudah, hari ini sesi tiga," katanya.

"Seluruhnya materi itu akan kami analisis, baru nanti ada kesimpulan. Kan raw material yang kami ambil, baru nanti kami suruh mereka menjelaskan. Ini dari mana-mana saja," sambungnya.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan peristiwa terkait tewasnya Brigadir Yoshua semakin terang. Dia mengatakan kerangka kasus sudah semakin jelas.

"Terkait ini, yang lima HP ini tadi dijelaskan cukup lumayan, raw material-nya juga kami dapatkan yang itu semakin membuat terangnya peristiwa. Semakin detail, sehingga kami, seandainya kami dalam waktu tidak terlalu lama kita ke TKP, setidaknya sudah punya kerangka, khususnya karena temuan siber saat ini," katanya.

Brigadir Yoshua tewas diduga ditembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7). Ada tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Bharada E, Brigadir R dan K.

Simak Video: Pasukan Brimob Bersenjata Datangi Rumah Ferdy Sambo!

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT